Revolusi Data: Desa Cantik Ubah Cara Ambil Kebijakan
Jumat, 01 Mei 2026, 06:20 WIBSUNGAILIAT â Desa yang memiliki sistem pendataan akurat menunjukkan fondasi tata kelola yang lebih kuat dan berbasis bukti.
Data yang valid memungkinkan pemerintah desa merancang program secara tepat sasaran, mulai dari penyaluran bantuan sosial hingga perencanaan pembangunan.
Selain itu, akurasi data juga meminimalkan potensi kebocoran anggaran dan konflik administratif. Dalam jangka panjang, sistem pendataan yang baik menjadi kunci untuk meningkatkan efektivitas kebijakan serta mendorong transparansi dan akuntabilitas di tingkat desa.
Badan Pusat Statistik (BPS) Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengembangkan program Desa Cinta Statistik "Desa Cantik" guna desa memiliki sistem pendataan yang akurat untuk pembangunan desa yang berkelanjutan dan tepat sasaran.
"Saya berharap secara bertahap jumlah "Desa Cantik" terus sehingga tercipta suatu kesadaran tentang pentingnya tata kelola data desa serta mengoptimalkan penggunaan data dalam pembangunan," jelas Plt Kepala BPS Kabupaten Bangka Sri Hapsari Murni di Sungailiat, Kamis (30/4).
Pengembangan program "Desa Cantik", kata dia, menekankan pemerintah desa agar mampu mengelola data secara mandiri dan profesional.
Ia mengatakan pihaknya sejak tahun 2021 berhasil membina delapan desa untuk menjalankan program "Desa Cantik di Kabupaten Bangka, antara lain Desa Karya Makmur, Desa Rebo, Desa Air Ruai, dan Desa Kuto Panji.
Pada tahun 2026, BPS Bangka kembali menetapkan tiga desa sebagai "Desa Cantik" di Kecamatan Pemali yaitu Desa Air Duren, Desa Sempan dan Desa Penyamun. Tiga desa tersebut ditetapkan dengan pertimbangan kesiapan aparatur desa mengelola data.
Menurut dia, program "Desa Cantik" tidak hanya berfokus pada pengumpulan data, namun juga meningkatkan literasi statistik aparatur desa agar data yang dikumpulkan dapat diolah dan dimanfaatkan secara optimal dalam mengambil kebijakan.
"Kami melakukan pembinaan langsung kepada perangkat desa di Kabupaten Bangka supaya memiliki kemampuan mengelola data statistik secara mandiri dan berkesinambungan," ujarnya.
Ia menyebutkan pengelolaan data di desa melingkupi berbagai sektor, mulai dari data sosial, ekonomi, perumahan, sanitasi, kesehatan, air bersih hingga pengelolaan limbah.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kabupaten Bangka Teddy Sudarsono menambahkan program "Desa Cantik" bermanfaat sebagai dasar pembangunan desa yang lebih efektif dan efisien.
Selain itu juga dapat dipakai sebagai dasar pengambilan keputusan yang lebih akurat serta peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
- Badan Pusat Statistik
- Desa Cantik
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.