Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkab Tangerang Evaluasi Perlintasan Kereta Tak Resmi Usai Tragedi Bekasi Timur

📅 Kamis, 30 Apr 2026, 05:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemkab Tangerang Evaluasi Perlintasan Kereta Tak Resmi Usai Tragedi Bekasi Timur Doc: Antara
Ket. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja memberikan keterangan pers terkait peristiwa maut kecelakaan kereta api di Bekasi Timur, pada Rabu (29/4).

Kabupaten Tangerang - Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Tangerang, Provinsi Banten, bakal melakukan evaluasi menyeluruh terkait keberadaan perlintasan kereta api tidak resmi tanpa dilengkapi palang pintu namun masih dijadikan lintasan kendaraan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja di Tangerang, Rabu (29/4), mengatakan bahwa evaluasi ini dilakukan sebagai langkah antisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas di perlintasan kereta api seperti yang terjadi baru-baru ini di Bekasi Timur yang menewaskan hingga 16 jiwa.

"Nanti saya akan cek apakah masih ada palang pintu yang belum sesuai standar," ucapnya.
Ia mengatakan, keberadaan palang pintu di perlintasan kereta menjadi hal penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan para pengguna jalan.

Bahkan, pentingnya keberadaan palang pintu perlintasan ini demi menjamin kenyamanan dan keselamatan masyarakat sekitar.

"Palang pintu itu sangat-sangat penting karena menyangkut keselamatan jiwa," ujarnya.
Soma mengaku, bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang pernah menyoroti permasalahan palang pintu di perlintasan kereta. Bahkan, pada beberapa tahun lalu pihaknya telah membangun fasilitas palang pintu di wilayah Cikuya sebagai bagian dari upaya meningkatkan keamanan.

"Setahu saya kita pernah membangun yang di Cikuya. Itu memang menjadi tanggung jawab pemerintah daerah juga," tuturnya.

Kendati demikian, menanggapi peristiwa maut di Bekasi Timur, maka pihaknya akan melakukan evaluasi dan pendataan guna diupayakan untuk penguatan di sektor perlintasan kereta tersebut.

Selain palang pintu, sejumlah perlintasan kereta juga dinilai masih membutuhkan peningkatan fasilitas pendukung seperti rambu peringatan, lampu sinyal, hingga penjagaan petugas untuk meminimalisasi risiko kecelakaan.
Sebelumnya, insiden yang terjadi pada Senin (27/4) pukul 20.55 WIB di Stasiun Bekasi Timur tersebut mengakibatkan kerusakan pada rangkaian KRL, terutama pada gerbong khusus wanita.

Berdasarkan data Polda Metro Jaya, korban meninggal dunia tercatat sebanyak 16 orang, sementara 88 orang lainnya mengalami luka-luka dan dalam penanganan medis di sejumlah rumah sakit di Bekasi.

Proses identifikasi korban dilakukan melalui posko Disaster Victim Identification (DVI) di RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri, Jakarta Timur, dengan sejumlah keluarga telah melapor untuk pencocokan data.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.