Kemenekraf dan Meta Kolaborasi Perluas Jangkauan Pasar Pegiat Ekraf
Rabu, 29 Apr 2026, 17:38 WIBJAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menjajaki peluang kolaborasi bersama perusahaan teknologi Meta untuk memperluas jangkauan pegiat ekonomi kreatif ke pasar internasional agar karya dan talenta lokal semakin dikenal dan kompetitif di panggung global.
âKolaborasi dengan platform seperti Meta dapat membantu mendorong karya kreatif Indonesia agar semakin mendunia,â ujar Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar dalam keterangan pers, Rabu (29/4).
Irene mengatakan, Kemenekraf ingin potensi ekraf Indonesia diperluas hingga tingkat internasional, namun di dalam negeri tetap harus menjadi jawara sendiri yang merakyat, semakin dekat dan dipahami masyarakat luas.
Irene menyampaikan pemerintah tidak hanya sebagai regulator, tetapi juga penghubung dalam memastikan ekosistem kreatif dapat tumbuh secara optimal. Tujuannya agar industri dari berbagai stakeholder terhubung dengan pegiat ekraf dan pemerintah menerjemahkan kepentingan agar bisa berjalan selaras.
Dalam pertemuan dengan pihak Meta, dibahas potensi kerja sama, seperti pertukaran data tren pasar lintas negara, pengembangan pelatihan kreator berbasis gamified learning dan Artificial Intelligence (AI), serta penguatan edukasi panduan komunitas (community guidelines) bagi pegiat kreatif, dan homeless media agar beraktivitas aman dan bertanggung jawab di ruang digital.
Head of Public Policy Meta Indonesia dan Filipina, Berni Moestafa, menilai Indonesia sebagai salah satu pasar dengan tingkat adopsi teknologi digital yang tinggi, didukung kreativitas pengguna yang terus berkembang.
Dinamika ini mendorong Meta untuk terus menghadirkan berbagai fitur dan inisiatif yang dapat memberdayakan kreator maupun pelaku usaha di Indonesia.
âAdopsi platform digital di Indonesia sangat kuat, dan kami melihat pengguna di sini sangat kreatif dalam memanfaatkan teknologi, tidak hanya untuk berkomunikasi tetapi juga untuk mengembangkan bisnis. Kreativitas tersebut mendorong kami untuk terus menghadirkan solusi yang relevan agar kreator dan pelaku usaha dapat tumbuh dan menjangkau audiens secara lebih efektif,â ujar Berni.
Dalam diskusi, Meta juga menyampaikan komitmennya mendukung penguatan kapasitas kreator melalui berbagai praktik terbaik dalam pemanfaatan platform digital, mulai dari strategi pembuatan konten hingga pemahaman komunikasi publik yang efektif.
Partner Manager Government, Politics, and Advocacy Meta APAC, Imanuel Lamoa mengatakan pendekatan ini diharapkan dapat membantu kreator dan pelaku ekonomi kreatif mengoptimalkan potensi digital tidak hanya untuk mendorong penjualan, tetapi juga membangun pemahaman digital yang kuat sejak proses pembuatan konten.
âDengan pendekatan ini, kami ingin membantu kreator berkembang secara lebih efektif dan mampu memaksimalkan potensi platform digital yang ada,â ujar Imanuel.
Meta Indonesia merupakan bagian dari Meta Platforms, Inc. yang mengelola berbagai platform digital populer seperti Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Messenger. Di Indonesia, Meta berperan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital melalui pengembangan teknologi, pemberdayaan pelaku usaha, serta kemitraan strategis.
Tingginya adopsi platform Meta di Indonesia mencerminkan antusiasme masyarakat terhadap inovasi digital sekaligus membuka peluang besar bagi kreator dan pelaku bisnis untuk berkembang. Ant
- Meta
- Kemenekraf
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Opik
Berita Terkait:
-
Inggris Usulkan KTT Khusus Bahas Keamanan Pelayaran di Selat Hormuz
-
Kemenekraf dan KAI Hadirkan Instalasi Pelangi di Mars saat Lebaran
-
Kemenekraf Dukung Nuanu Creative City Jadi Kawasan Kreatif Masa Depan
-
Vietnam Pangkas Penerbangan Domestik karena Krisis Bahan Bakar
-
Kemenekraf Fasilitasi Klip Video Musisi Jawa Tengah lewat AKTIF Musik
-
PT Angkasa Pura Indonesia: Sebanyak 99.680 Penumpang Mendarat di Bandara Soetta pada H+3 Lebaran,
-
Menekraf Bahas Kolaborasi dalam Monetisasi Karya Kreatif Lokal
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.