Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tren Liburan Domestik Menguat, Hotel Siap Sambut Long Weekend Mei

📅 Selasa, 28 Apr 2026, 20:43 WIB | Oleh:

Country Manager SiteMinder Indonesia, Fifin Prapmasari, mengatakan pola tersebut menunjukkan perubahan perilaku wisatawan domestik.

“Lebaran tahun ini tetap berakar kuat pada nilai kebersamaan keluarga, namun semakin dipengaruhi oleh keinginan menciptakan pengalaman baru, mulai dari staycation, perjalanan ke destinasi regional, hingga fleksibilitas bepergian sesuai preferensi masing-masing,” ujarnya.

Menurut dia, pertumbuhan kuat di Lombok, Yogyakarta, dan Bandung memperlihatkan masyarakat mulai mencari alternatif tujuan selain destinasi utama.

Tarif Hotel Turun, Persaingan Makin Ketat

Di tengah kenaikan pemesanan, hotel-hotel di Indonesia juga menyesuaikan harga kamar sebagai bagian dari strategi menarik wisatawan domestik.

Secara nasional, rata-rata tarif harian atau average daily rate (ADR) turun 3,3 persen secara tahunan, dari Rp1,77 juta pada 2025 menjadi Rp1,71 juta pada 2026.

Bali mencatat penurunan terbesar, yakni 7,4 persen menjadi Rp2,49 juta. Yogyakarta turun 3,4 persen menjadi Rp1,29 juta, sementara Lombok turun 3,2 persen menjadi Rp1,97 juta.

Bandung menjadi satu-satunya kota yang mengalami kenaikan tarif, yakni 2,5 persen, dari Rp932 ribu menjadi Rp955 ribu.

Hotel Diminta Siapkan Strategi Baru

Prapmasari menilai tren pertumbuhan perjalanan domestik memberi peluang besar bagi hotel, terutama di kota-kota regional.

“Hotel berada pada posisi strategis untuk menjangkau tamu yang mencari pengalaman bermakna lebih dekat dengan rumah. Untuk memaksimalkan peluang ini, hotel perlu menghadirkan paket menginap bernilai tambah dan strategi pendapatan yang dinamis,” katanya.

Menurutnya, hotel yang mampu menyesuaikan penawaran dengan cepat akan berada dalam posisi kuat untuk meningkatkan pendapatan, tidak hanya saat Lebaran tetapi juga sepanjang libur panjang berikutnya.

Wisata Domestik Jadi Penopang Industri

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.