- Home
-
- Luar Negeri
-
- Tersangka Penembakan Makan...
Tersangka Penembakan Makan Malam Trump dengan Jurnalis Sebut Dirinya 'Pembunuh Bayaran yang Ramah'
Senin, 27 Apr 2026, 11:58 WIBWASHINGTON DC - Tersangka penembakan dalam acara makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih, Cole Allen diduga mengirim pesan kepada keluarganya, sesaat sebelum mencoba melakukan serangan di acara makan malam tersebut pada Sabtu (25/4) malam, di mana ia menggambarkan dirinya sebagai "pembunuh bayaran federal yang ramah," menurut sumber yang mengetahui isi pesannya kepada ABC News.
Dari ABC News, Allen menulis surat bahwa ia berencana untuk menargetkan para pejabat administrasi, dengan prioritas dari yang berpangkat tertinggi hingga terendah, menurut sumber yang mengetahui pesannya.
Dalam pesan yang dibagikan kepada anggota keluarganya, Allen tampaknya mengatakan bahwa meskipun para tamu makan malam bukanlah "targetnya," dia "tetap akan mengincar hampir semua orang di sini untuk mencapai targetnya jika benar-benar diperlukan."
Menurut sumber-sumber tersebut, Allen tidak menyebut nama Presiden Donald Trump dalam pesannya. Allen memang menulis bahwa Direktur FBI Kash Patel bukanlah target, tetapi tidak menjelaskan alasannya, kata sumber-sumber tersebut.
Pelaksana Tugas Jaksa Agung Todd Blanche mengatakan pada Minggu pagi di NBC bahwa tersangka menargetkan pejabat pemerintahan "kemungkinan termasuk presiden," tetapi menambahkan bahwa informasi tersebut masih bersifat sementara karena penyelidikan masih berlangsung.
Tanggapan murid tersangka
Sekelompok siswa SMA yang dibimbing oleh Cole Allen, tersangka yang diduga terlibat dalam insiden penembakan saat makan malam wartawan Gedung Putih, membagikan pernyataan pada Minggu (26/4) malam yang menggambarkan Allen sebagai "secara umum sangat cerdas" dan "normal serta ramah."
Pernyataan tersebut dirilis oleh Dylan Wakayama, presiden dari sebuah organisasi nirlaba lokal bernama Asian American Civic Trust.
"Menurut para siswa ini, Bapak Allen berpengetahuan luas di berbagai bidang dan secara umum sangat cerdas," bunyi pernyataan itu. "Mereka menganggapnya sepenuhnya normal dan ramah dalam interaksi mereka. Selain itu, mereka mengungkapkan keterkejutan yang mendalam setelah mengetahui bahwa ia mungkin terkait dengan peristiwa 25 April."
Wakayama mengatakan bahwa dia tidak mengenal Allen secara pribadi.
Presiden Donald Trump, Ibu Negara Melania Trump, dan para pejabat lainnya selamat setelah insiden penembakan di luar acara makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih pada Sabtu malam di hotel Hilton Washington, DC.
Insiden itu terjadi di dekat area pemeriksaan magnetometer utama di acara tersebut, menurut Secret Service. Seorang tersangka, yang diidentifikasi oleh pihak penegak hukum sebagai Cole Allen dari Torrance, California, telah ditahan, kata para pejabat.
Seorang agen Secret Service yang mengenakan rompi antipeluru tertembak di dada, kata Presiden Trump dalam konferensi pers setelah insiden tersebut. Agen Secret Service tersebut mengalami cedera yang tidak mengancam jiwa, menurut Departemen Kepolisian Metropolitan Washington, DC. Tidak ada orang lain yang terluka dalam insiden tersebut.
Motif serangan tersebut belum diketahui secara pasti.
- Donald Trump
- Insiden Penembakan
Redaktur: Selocahyo Basoeki Utomo S
Penulis: Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Trump dan Xi Jinping Gelar Pertemuan di Beijing
-
Trump akan Bicara dengan Pemimpin Taiwan Pasca Kunjungan ke Beijing
-
Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Tetap Terbuka Tanpa Pungutan
-
Penjahat Penembak Polisi Diringkus, Pelaku Lain Masih Didalami
-
Trump Minta Juru Runding AS Tidak Terburu-buru Capai Kesepakatan dengan Iran
-
Trump Ingin Tiongkok Belanja Lebih Banyak Energi dari AS
-
Penembakan di Dekat Gedung Putih, Dua Orang Terluka
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.