Koperasi Desa Diharapkan Percepat Ekonomi Inklusif

Senin, 27 Apr 2026, 01:00 WIB

Purwokerto – Wakil Menteri Pertanian Sudaryono mengajak para kepala desa yang tergabung dalam Persatuan Kepala Desa Merah Putih Indonesia (PKMPI) memperkuat peran desa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan merata.

Dalam Pengukuhan dan Konsolidasi PKMPI Provinsi Jawa Tengah di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Minggu (26/4), ia menegaskan desa merupakan ujung tombak pembangunan nasional, khususnya di sektor pertanian dan pemberdayaan masyarakat.

Ket. Foto: Wakil Menteri Pertanian Sudaryono — Sumber: istimewa

“Kalau anda bisa solid, kita bisa memberikan manfaat. Saya butuh kepala desa untuk bersama-sama membangun, karena desa adalah panggung politik paling penting,” katanya sebagaimana diberitakan Antara, di Purwokerto.

Menurut Sudaryono, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di kisaran lima persen per tahun belum sepenuhnya dirasakan merata, terutama di tingkat desa. Ia mengibaratkan ekonomi nasional seperti sebuah “warung” yang terus berkembang, namun belum semua masyarakat menikmati hasilnya.

“Warung yang namanya Indonesia ini makin besar, pelanggannya makin banyak, tetapi pertanyaannya, apakah yang punya warung makin sejahtera? Faktanya, masih banyak masyarakat yang belum merasakan manfaatnya,” ujarnya.

Ia menilai ketimpangan tersebut menjadi tantangan bersama antara pemerintah dan pemimpin desa agar hasil pembangunan lebih merata. “Kalau pertumbuhan tidak dinikmati secara merata, maka yang terjadi adalah ketimpangan. Ini yang harus kita perbaiki bersama,” katanya.

Sudaryono juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan desa, termasuk dalam sektor pertanian dan pengelolaan sumber daya. Pemerintah, kata dia, terus melakukan pembenahan agar sumber daya benar-benar dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat luas.

Penghubung Ekosistem

Secara terpisah, Ekonom Universitas Muhammadiyah Yogyakarta Rudy Suryanto menilai pembentukan 80 ribu Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih perlu diarahkan sebagai penghubung ekosistem ekonomi desa.

“Hadirnya Koperasi Desa Merah Putih ini harus menjadi semacam wadah atau konektor berbagai elemen yang ada untuk membangun apa yang kita sebut sebagai ekosistem ekonomi desa yang saling hidup menghidupi,” ujarnya.

Menurut dia, koperasi tersebut harus berkolaborasi dengan berbagai elemen desa seperti BUMDes, KUD, kelompok tani, dan UMKM agar mampu menggerakkan ekonomi lokal. Program ini dinilai berpotensi mendorong perputaran ekonomi desa hingga ratusan triliun rupiah.

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: Eko S

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.