Stasiun Gundih Jadi Favorit Warga Grobogan, Penumpang Tembus 10 Ribu Orang

Minggu, 26 Apr 2026, 09:40 WIB

JAKARTA - Mobilitas masyarakat di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terus meningkat seiring aktivitas harian yang semakin padat. Dalam kondisi tersebut, kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi yang dinilai efisien karena memiliki waktu tempuh yang jelas, nyaman, dan mampu menghubungkan berbagai daerah.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat Stasiun Gundih menjadi salah satu titik penting yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pada triwulan I 2026, jumlah pelanggan yang naik di stasiun tersebut mencapai 10.530 orang, sementara pelanggan yang turun tercatat sebanyak 11.161 orang.

Ket. Foto: Mobilitas masyarakat di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, terus meningkat seiring aktivitas harian yang semakin padat. Dalam kondisi tersebut, kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi yang dinilai efisien karena memiliki waktu tempuh yang jelas, nyaman, dan mampu menghubungkan berbagai daerah. — Sumber: Istimewa

Angka tersebut mengalami kenaikan sebesar 10,05 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Peningkatan itu menunjukkan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan kereta api untuk mendukung aktivitas sehari-hari, mulai dari bekerja, berdagang, sekolah, hingga keperluan lainnya.

Kondisi tersebut sejalan dengan karakter masyarakat di Kabupaten Grobogan yang memiliki jumlah penduduk lebih dari 1,4 juta jiwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2024. Sebagian besar penduduk berada pada usia produktif dan bekerja di sektor pertanian, perdagangan, serta jasa.

Aktivitas ekonomi tersebut membutuhkan sarana transportasi yang mudah diakses agar mobilitas masyarakat tetap lancar. Dalam konteks ini, Stasiun Gundih memiliki posisi strategis karena berada di jalur yang menghubungkan Semarang, Solo, dan Surabaya.

Stasiun ini sejak lama dikenal sebagai titik pertemuan perjalanan di jalur tengah Pulau Jawa. Kini, fungsinya semakin terasa dengan hadirnya layanan KA Banyubiru yang melayani relasi Semarang Tawang - Solo Balapan.

KA Banyubiru menawarkan tarif sebesar Rp40.000 dengan waktu tempuh sekitar dua jam. Layanan tersebut dinilai memberikan pilihan perjalanan yang terjangkau dan pasti bagi masyarakat yang ingin bepergian antarkota tanpa harus menghadapi kemacetan jalan raya.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan layanan kereta api terus dikembangkan agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan memperkuat konektivitas antarwilayah.

"KA Banyubiru membantu masyarakat melakukan perjalanan jarak dekat dan menengah dengan lebih mudah. Hal ini membuat banyak daerah tetap terhubung dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar," ujar Anne Purba, Jumat (25/4/2026).

Dengan adanya layanan tersebut, warga Grobogan kini lebih mudah bepergian ke Semarang maupun Solo untuk bekerja, menempuh pendidikan, hingga berobat. Sebaliknya, masyarakat dari kota juga dapat lebih mudah mengunjungi wilayah Gundih untuk menikmati destinasi seperti Waduk Kedung Ombo, hutan jati Geyer, hingga kuliner khas setempat.

Kemudahan perjalanan itu turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Peluang usaha semakin terbuka dan masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam menjalankan kegiatan sehari-hari karena waktu perjalanan menjadi lebih pasti dan terukur.

"Kehadiran kereta api di Stasiun Gundih menunjukkan bahwa perjalanan memberi dampak luas bagi masyarakat. Akses terhadap pekerjaan semakin terbuka, peluang usaha berkembang, dan hubungan antarwilayah terasa dekat," tutup Anne.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.