Perluas Lahan, Pemkab Lebak Cetak Sawah Baru Demi Ketahanan Pangan

Minggu, 26 Apr 2026, 22:45 WIB

LEBAK – Program mencetak sawah baru menjadi langkah strategis untuk memperluas basis produksi pangan di tengah tekanan alih fungsi lahan dan pertumbuhan penduduk.

Dengan membuka lahan potensial di luar sentra tradisional, kapasitas produksi beras dapat ditingkatkan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Selain itu, program ini juga berpotensi menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi perdesaan.

Ket. Foto: Dua petani perempuan siap melakukan pihdah tanam bibit padi di areal persawahan di Rangkasbitung Kabupaten Lebak, Banten. — Sumber: ANTARA/Mansur

Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur pendukung seperti irigasi, akses jalan, serta kesesuaian lahan secara agroekologi. Tanpa perencanaan yang matang, sawah baru berisiko tidak produktif atau berumur pendek.

Karena itu, pendekatan berbasis data, pendampingan petani, serta integrasi dengan program intensifikasi perlu dilakukan agar pencetakan sawah tidak hanya menambah luas lahan, tetapi juga benar-benar meningkatkan produktivitas secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, mencetak sawah baru seluas 217 hektare pada 2026 untuk mendukung program swasembada pangan dan meningkatkan ekonomi masyarakat di daerah itu.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar di Lebak, Sabtu (25/4), mengatakan percetakan sawah baru tersebut sangat layak, karena sudah dilakukan tim survei investigasi dan desain (SID) dari akademisi Insitut Pertanian Bogor (IPB).

Percetakan sawah baru seluas 217 hektare di sejumlah kecamatan di antaranya Kecamatan Cihara, Gunungkencana, dan Cibeber.

"Kami berharap pembangunan percetakan sawah baru itu, nantinya diharapkan kelompok tani dan menghasilkan produksi pangan juga kesejahteraan ekonomi mereka," kata Rahmat.

Menurut dia, selama ini, Kabupaten Lebak merupakan daerah lumbung pangan di Provinsi Banten dengan areal lahan baku sawah (LBS) 52 ribu hektare dengan indeks pertanaman (IP) tiga kali tanam dalam setahun.

Bila setahun tiga kali tanam dengan LBS seluas 52 ribu hektare dikalkulasi menjadi 156 ratus ribu hektare dan produksi gabah panen sekitar 700 ribu ton lebih.

Dari 700 ribu ton lebih gabah panen itu,jika dikonversikan beras menghasilkan 440 ribu ton, sedangkan konsumsi kebutuhan masyarakat Kabupaten Lebak berpenduduk 1,5 juta mencapai 180 ribu ton, sehingga surplus 260 ribu ton.

Dengan demikian, Kabupaten Lebak surplus 260 ton dan bisa memenuhi ketersediaan pangan nasional.

"Kita meyakini dengan adanya percetakan sawah baru dipastikan produksi pangan meningkat," katanya menjelaskan.

Sementara itu, sejumlah petani mengaku bahwa mereka menyambut positif pembangunan percetakan sawah baru karena dapat meningkatkan pendapatan petani.

"Kita berharap percetakan sawah baru itu dikelola kelompok tani," katanya.

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.