Jakarta dan Jeju Resmi Jadi Sister City, Ambisi Gubernur Pramono Tembus Top 50 Kota Global

Minggu, 26 Apr 2026, 10:00 WIB

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menjalin kerja sama sister city dengan Provinsi Otonomi Khusus Jeju, Korea Selatan. Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jeju Oh Young-hun di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, Sabtu (25/4).

Penandatanganan tersebut turut disaksikan langsung oleh Duta Besar RI untuk Korea Selatan Cecep Herawan. Kerja sama ini mencakup sejumlah sektor strategis yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan bersama, mulai dari pariwisata, energi terbarukan, ekonomi, pertanian, hingga sektor perikanan.

Ket. Foto: Kesepakatan ini ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Jeju Oh Young-hun di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Seoul, Sabtu (25/4). — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Gubernur Pramono mengatakan, kolaborasi dengan Jeju menjadi langkah penting dalam memperkuat posisi Jakarta di tingkat internasional. Menurutnya, Jeju merupakan wilayah yang memiliki banyak kesamaan visi dengan Jakarta, terutama dalam pembangunan berkelanjutan dan pengembangan ekonomi hijau.

"Jeju merupakan mitra strategis, terutama dalam pengembangan pariwisata dan energi berkelanjutan. Kami ingin kerja sama ini memberikan dampak konkret bagi masyarakat di kedua wilayah," ujar Pramono.

Ia menjelaskan, kerja sama sister city bukan hanya sekadar hubungan seremonial antarwilayah, melainkan bentuk kolaborasi nyata untuk memperkuat pertukaran pengetahuan, investasi, hingga inovasi pembangunan antarkota.

Menurut Pramono, Jakarta sebagai kota megapolitan membutuhkan mitra global yang memiliki pengalaman kuat dalam pengelolaan kawasan wisata, energi bersih, serta tata kelola pembangunan yang berkelanjutan. Jeju dinilai menjadi salah satu wilayah yang tepat untuk mendukung visi tersebut.

Selain itu, sektor pertanian dan perikanan juga menjadi perhatian penting dalam nota kesepahaman tersebut. Pemprov DKI Jakarta ingin memperluas kolaborasi agar manfaat kerja sama tidak hanya dirasakan pemerintah, tetapi juga pelaku usaha dan masyarakat secara langsung.

Kerja sama ini juga diharapkan membuka peluang investasi baru, memperkuat hubungan perdagangan, serta memperluas akses promosi pariwisata kedua wilayah. Jakarta dan Jeju dinilai dapat saling melengkapi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

Pramono optimistis, kolaborasi internasional seperti ini akan mempercepat target besar Jakarta untuk masuk dalam jajaran 50 besar kota global atau Top 50 Global Cities pada tahun 2030. Ia menilai, penguatan jejaring global menjadi salah satu langkah strategis menuju target tersebut.

"Kami berkomitmen mewujudkan masa depan yang lebih terhubung, inklusif, dan berkelanjutan bagi Jakarta dan Jeju," pungkasnya.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.