Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sapi Asal Agam Diproyeksikan Jadi Kurban Presiden untuk Daerah Bencana

📅 Jumat, 24 Apr 2026, 19:26 WIB | Oleh:
Sapi Asal Agam Diproyeksikan Jadi Kurban Presiden untuk Daerah Bencana Doc: ANTARA/ist
Ket. Sapi kurban Presiden RI untuk daerah bencana di Sumbar diproyeksikan dari Agam.

LUBUK BASUNG - Satu dari dua ekor sapi jumbo milik peternak asal Kabupaten Agam, Sumatera Barat diproyeksikan menjadi sapi kurban Presiden RI untuk daerah bencana pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah.

Kepala Dinas Pertanian Agam, Arief Restu di Lubuk Basung, Jumat mengatakan dua sapi tersebut merupakan hasil ternak warga lokal dengan bobot masing-masing di atas 1,2 ton. Menurutnya, kepercayaan itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi daerah yang selama ini dikenal sebagai sentra sapi potong di Sumatera Barat.

Sapi pertama milik Arief Muchlar Alia, peternak di Kapalo Koto, Nagari Sungai Pua, Kecamatan Sungai Pua. Jenisnya persilangan simental dan brangus, dengan bobot sekitar 1.270 kilogram. Nilainya ditaksir mencapai Rp100 juta.

Sapi kedua milik Anita Sari, peternak dari Jorong Baringin, Nagari Baringin, Kecamatan Palembayan. Jenis Belgian Blue itu memiliki bobot sekitar 1.200 kilogram dengan nilai sekitar Rp95 juta. Tubuhnya besar dan berotot, ciri khas ras yang dikenal unggul dalam produksi daging.

Dari dua kandidat tersebut, sapi Belgian Blue dipilih sebagai hewan kurban Presiden Prabowo. Sementara sapi persilangan simental dan brangus disiapkan sebagai kurban Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah.

Arief menjelaskan, sebelumnya terdapat tujuh ekor sapi dari sejumlah kecamatan yang diajukan sebagai calon. Hewan-hewan itu berasal dari Lubuk Basung, Manggopoh, Baso, Kamang Magek, Matua, Sungai Pua, hingga Palembayan. Namun dua sapi dengan bobot terbesar akhirnya diprioritaskan.

Saat ini, kedua sapi tersebut telah dilaporkan ke Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan pemerintah pusat. Tim verifikasi lapangan dari provinsi maupun pusat dijadwalkan turun untuk memastikan kelayakan hewan kurban.

Yang membuat penyaluran tahun ini terasa istimewa adalah lokasi pemotongan. Bantuan kemasyarakatan presiden itu direncanakan dipotong di Masjid Darul Aman, Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur. Kawasan itu merupakan daerah yang terdampak banjir bandang pada akhir November 2025.

Daging kurban nantinya akan dibagikan kepada warga sekitar. Bagi masyarakat yang sempat menghadapi masa sulit akibat bencana, momen Idul Adha tahun ini diharapkan menjadi penanda pulihnya semangat kebersamaan.

Bagi Agam sendiri, terpilihnya sapi lokal untuk kurban presiden bukan cerita baru. Tahun lalu, satu ekor sapi dari daerah itu juga dipilih dan dipotong di Pasar Palembayan. Hampir setiap tahun, nama Agam masuk daftar penyedia hewan kurban nasional.

Di balik kandang sederhana para peternak, Agam terus menunjukkan bahwa kualitas ternak daerah mampu berdiri sejajar di panggung nasional. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Babak Pertama Skuad Garuda Harus Mencetak Gol

47 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Babak Pertama Skuad Garuda ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.