Pelemahan Rupiah Tekan Industri Tekstil, API Wanti-wanti Kenaikan Biaya Produksi
Jumat, 24 Apr 2026, 14:25 WIBJAKARTA â Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) menilai pelemahan nilai tukar rupiah yang telah menembus Rp17.300 per dolar Amerika Serikat berpotensi menekan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) dalam negeri, terutama dari sisi biaya produksi dan daya beli masyarakat. Kondisi ini dinilai dapat memperlemah konsumsi produk tekstil dan garmen di pasar domestik.
Ketua API, Jemmy Kartiwa, mengatakan pelemahan rupiah akan mendorong kenaikan harga bahan baku impor serta biaya logistik, yang pada akhirnya berdampak pada harga konsumen.Â
âSekiranya pelemahan rupiah terus menerus terjadi, maka dalam jangka pendek menengah akan mendorong harga-harga konsumen menaik, karena bahan baku dan logistik cost juga menjadi lebih mahal,â ujarnya dalam rilis pers, Jumat (24/4).Â
Di sisi lain, API mencatat kinerja ekspor TPT Indonesia pada awal 2026 menunjukkan tren positif. Sepanjang 2025, sektor ini tumbuh 3,55% dengan nilai ekspor mencapai USD12,08 miliar dan surplus neraca perdagangan sebesar USD3,45 miliar. Industri ini juga mencatat investasi Rp20,23 triliun pada kuartal pertama 2026 serta menyerap hampir 4 juta tenaga kerja, dengan tingkat kepercayaan industri berada di level ekspansi 51,86 pada Maret 2026.
Meski demikian, API mengingatkan bahwa pasar domestik masih menghadapi tekanan, baik dari penurunan belanja pemerintah maupun tingginya biaya rantai pasok. Selain itu, produk imporâbaik legal maupun ilegalâmasih menjadi tantangan serius karena harga yang lebih kompetitif dibandingkan produk dalam negeri. âMenurunnya daya beli akan berdampak langsung pada konsumsi produk tekstil dan garmen,â kata Jemmy.
API berharap pemerintah dan Bank Indonesia dapat menjaga stabilitas nilai tukar untuk menekan biaya bahan baku impor, sekaligus mendorong permintaan domestik melalui belanja pemerintah. Selain itu, asosiasi juga meminta penguatan kebijakan perlindungan pasar dalam negeri agar industri tekstil nasional tetap mampu bertahan dan menyerap tenaga kerja secara berkelanjutan.Â
Redaktur: Eko S
Penulis: Eko S
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.