Menko Ekonomi: Ketahanan Ekonomi Indonesia Ditopang Fundamental Kuat dan Investasi Hilirisasi

Kamis, 23 Apr 2026, 19:35 WIB

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan fundamental ekonomi Indonesia tetap solid ditengah ketidakpastian global. Menurut dia, dampak perang Iran dengan Amerika Serikat-Israel masih perlu dimonitor karena fluktuasi harga minyak berubah setiap pekannya.

“Terkait dengan dinamika, ketidakpastian global dan fundamental ekonomi Indonesia yang tetap terjaga solid. Kita ketahui bahwa perang di Selat Hormuz belum selesai, masih dalam situasi yang perlu dimonitor secara mingguan,” ujar dia dalam Konferensi Pers Realisasi Investasi Triwulan K Tahun 2026 dan Implementasi KBLI 2025 di Jakarta, Kamis (23/4).

Ket. Foto: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto — Sumber: Youtube Kementerian Investasi dan Hilirisasi

Airlangga mengatakan, pertumbuhan triwulan pertama ditopang konsumsi rumah tangga, penyaluran THR, serta percepatan belanja dan stimulus pemerintah. Ia memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama secara fundamental tetap baik dengan capaian minimal menyentuh angka 5,5 persen.

Ia menilai, pembayaran gaji ke-13 ASN pada Juni ini dapat membantu menopang pertumbuhan ekonomi selama kuartal kedua tahun ini. Ia menambahkan program perlindungan sosial tetap berjalan sambil menunggu kontribusi investasi sebagai pengungkit utama pertumbuhan nasional berikutnya.

Airlangga menyebut, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan 4,75 persen sebagai sinyal positif bagi pelaku pasar. Ia mengatakan, surplus neraca perdagangan selama tujuh puluh bulan menunjukkan ketahanan ekonomi dengan cadangan devisa yang memadai.

“Surplus neraca perdagangan tercatat 70 bulan berturut-turut. Jadi ini menunjukkan juga resiliensi Indonesia dengan cadangan devisa memadai di Rp148,2 miliar,” ucap dia.

Menurut dia, Indonesia memiliki ketahanan energi karena sumber domestik gas, batu bara, hidro, dan lainnya sudah terdiversifikasi baik. Ia menegaskan, investasi di atas Rp2.004 triliun harus dijaga untuk mendukung target pertumbuhan ekonomi minimal 5,4 persen tahun ini.

“Indonesia punya domestic energy yang sudah direncanakan dalam kebijakan energi, terutama akibat domestic energy gas, batubara, hidro, dan yang lain. Sehingga dibandingkan negara lain yang sebagian besar tergantung pada energi fosil crude oil, Indonesia sudah diversifikasi yang cukup baik,” kata dia.

Sementara itu, Kementerian Investasi mencatat realisasi investasi hilirisasi Triwulan I 2026 mencapai Rp147,5 triliun. Angka tersebut tumbuh 8,2% dibanding tahun sebelumnya.

Nilai tersebut menyumbang 29,6% dari total realisasi investasi nasional sepanjang Triwulan I 2026 yang mencapai Rp 498,8 triliun.

"Kontribusi dari investasi dari sektor yang berhubungan dengan hilirisasi cukup signifikan dan bisa semakin meningkat ke depannya," kata Menteri Investasi/Kepala BKPM, Rosan Perkasa Roeslani, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis.

Rosan menilai kontribusi sektor hilirisasi masih berpeluang meningkat seiring penguatan proyek pengolahan sumber daya di berbagai daerah. Pemerintah juga mendorong pengembangan industri lanjutan agar nilai tambah komoditas nasional terus meningkat. ils/I-1

Redaktur: Ilham Sudrajat

Penulis: Ilham Sudrajat

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.