Madrid Wajib Sempurna di Enam Laga Tersisa

Kamis, 23 Apr 2026, 06:37 WIB

MADRID - Persaingan di puncak klasemen La Liga kembali memanas. Real Madrid menolak menyerah dalam perburuan gelar. Sedangkan Barcelona masih memegang kendali penuh di puncak klasemen. Kemenangan tipis 2-1 atas Alaves, Rabu (22/4) dini hari WIB menjaga asa Los Blancos tetap hidup, meski jarak enam poin menjadi pengingat bahwa jalan menuju trofi tidak sepenuhnya berada di tangan mereka.

Bermain di Santiago Bernabeu, Madrid akhirnya bangkit dari tren negatif setelah dua laga tanpa kemenangan. Namun, tekanan belum benar-benar mereda, terutama dengan Barcelona berpeluang kembali menjauh.

Ket. Foto: Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe, berduel dengan kiper Alaves asal Spanyol bernomor punggung 1, Antonio Sivera, selama pertandingan Liga Spanyol antara Real Madrid CF lawan Deportivo Alaves di stadion Santiago Bernabeu di Madrid pada 21 April 2026. — Sumber: Pierre-Philippe MARCOU / AFP

Di tengah ketatnya perburuan, Kylian Mbappe kembali menunjukkan perannya sebagai pembeda. Penyerang asal Prancis itu mencetak gol ke-24 di liga musim ini, tertinggi sejauh ini, sekaligus mengakhiri paceklik golnya sejak awal Februari. Tembakan Mbappe dari luar kotak penalti yang membentur pemain lawan sukses mengecoh kiper Antonio Sivera pada menit ke-30.

Gol tersebut memberi fondasi bagi kemenangan Madrid yang kemudian diperkuat oleh aksi Vinicius Junior di awal babak kedua. Winger Brasil itu melepaskan tembakan keras dari jarak jauh yang tak mampu dibendung. Ini memberi ruang napas bagi tuan rumah sebelum Alaves memperkecil ketertinggalan lewat Toni Martinez di masa tambahan waktu.

Meski meraih tiga poin, performa Madrid masih jauh dari kata meyakinkan. Mereka bahkan sempat berada di bawah tekanan tim tamu yang tengah berjuang keluar dari zona degradasi. Sejumlah peluang berbahaya Alaves nyaris mengubah jalannya pertandingan, termasuk tembakan Martinez yang membentur tiang.

Pelatih Madrid, Alvaro Arbeloa, menegaskan bahwa fokus timnya kini hanya satu: menyapu bersih enam laga tersisa. “Kami memiliki enam pertandingan ke depan, yang terdekat tiga hari lagi. Target kami jelas, memenangkan semuanya,” ujarnya. Dia juga menepis spekulasi soal masa depannya yang mulai disorot. “Saya tidak memikirkan diri saya sendiri. Yang penting adalah Real Madrid.”

Hitungan Peluang

Situasi ini membuat Madrid berada dalam posisi “mengejar sambil berharap”. Dengan selisih enam poin dan enam pertandingan tersisa, secara matematis mereka masih memiliki peluang. Jika Barcelona terpeleset setidaknya dua kali, misalnya satu kekalahan dan satu hasil imbang. Sedangkan Madrid mampu meraih poin sempurna (18 poin), maka keduanya akan berada di posisi yang bisa ditentukan lewat selisih gol atau rekor pertemuan.

Namun, skenario tersebut bukan perkara mudah. Barcelona tampil konsisten dalam beberapa pekan terakhir, berbanding terbalik dengan Madrid yang sempat kehilangan momentum, termasuk akibat cedera lutut yang dialami Mbappe. Kegagalan di Liga Champions setelah disingkirkan Bayern Munich dengan agregat 4-6 juga menambah tekanan psikologis.

Artinya, peluang Madrid kini lebih banyak bergantung pada faktor eksternal. Mereka wajib sempurna, sambil berharap rival terpeleset. Dalam situasi seperti ini, setiap laga menjadi final kecil yang tak boleh gagal.

Di pertandingan lain, Real Betis bangkit dari ketertinggalan untuk menundukkan Girona 3-2, dengan gol penentu dicetak Rodrigo Riquelme sepuluh menit jelang usai. Athletic Bilbao menang tipis 1-0 atas Osasuna berkat gol Gorka Guruzeta, sementara Mallorca bermain imbang 1-1 melawan Valencia.

Perburuan gelar kini memasuki fase krusial. Madrid telah melakukan tugas dengan meraih kemenangan, tetapi nasib mereka tetap terikat pada hasil yang diraih Barcelona. Dalam duel panjang penuh tekanan ini, satu kesalahan kecil bisa menjadi pembeda antara juara dan sekadar penantang. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.