Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Purbaya Buka Dialog dengan Pengusaha AS, Dorong Investasi dan Kolaborasi Ekonomi

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 03:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menkeu Purbaya Buka Dialog dengan Pengusaha AS, Dorong Investasi dan Kolaborasi Ekonomi Doc: Antara
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (tengah) bersama delegasi mengadakan pertemuan strategis dengan 18 investor besar di tengah rangkaian agenda di Washington DC, AS.

Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa membuka ruang dialog langsung dengan para pengusaha Amerika Serikat (AS) untuk membahas hal-hal teknis bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Hal itu disampaikan saat menghadiri Joint Roundtable di Washington D.C. yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council dan US Chamber of Commerce.

“Forum ini menjadi wadah strategis untuk mempererat hubungan ekonomi Indonesia - AS, sekaligus membuka peluang konkret bagi investasi dan kolaborasi sektor swasta AS di Indonesia,” kata Purbaya dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Senin (20/4).

Forum tersebut dihadiri oleh berbagai perwakilan perusahaan AS terkemuka dari sektor keuangan, teknologi, energi, dan kesehatan.

Dalam kesempatan itu, Menkeu memaparkan ketahanan ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian global, strategi kebijakan fiskal dalam merespons dinamika geopolitik.

Pemerintah, lanjut Purbaya, juga berkomitmen memperdalam pasar keuangan, mendorong digitalisasi pembayaran, dan memperkuat ketahanan finansial.

Dalam hal ini, ia menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong transformasi struktural menuju negara berpendapatan tinggi.

“Reformasi yang konsisten, pengelolaan fiskal yang hati-hati, serta penguatan investasi menjadi kunci dalam menghadapi ketidakpastian global dan memastikan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” katanya menjelaskan. 

Selain itu, dalam pertemuan 'G20 1st Finance Ministers and Central Bank Governors (FMCBG) Meeting', Purbaya menyampaikan bahwa Indonesia telah melakukan reformasi regulasi serta memperkuat tata kelola pemerintahan.

“Di tengah krisis energi yang dipicu oleh perang saat ini, pelajaran penting yang diambil adalah ketahanan Indonesia saat ini berakar bukan pada langkah-langkah darurat, tetapi pada reformasi struktural yang diimplementasikan jauh sebelum krisis,” kata Bendahara Negara itu.

Ia mengatakan konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah menjadi pengingat bahwa efisiensi proses dan perizinan merupakan kunci ketahanan energi.

Dalam hal itu, pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) untuk menampung aduan hambatan yang dialami oleh dunia usaha menjadi salah satu reformasi penting yang telah diambil oleh Indonesia.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Rona
BDx Mulai Bangun Pusat Data...
Megapolitan
Atasi Kekeringan, BPBD Jaka...
Advertisement
Jalan-jalan ke Jakarta, Eeee...Bupati Bolaang Mondondow Utara Malah Diciduk KPK, Jajaran Pemkab Belum Bisa Bereaksi

Jalan-jalan ke Jakarta, Eeee...Bupati Bolaang Mondondow Utara Malah Diciduk KPK, Jajaran Pemkab Belum Bisa Bereaksi

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.