Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kenaikan Energi Tekan Dunia Usaha

📅 Selasa, 21 Apr 2026, 01:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kenaikan Energi Tekan Dunia Usaha Doc: istimewa
Ket. Sarman Simanjorang Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah - Efisiensi operasional menjadi salah satu alternatif yang dilakukan untuk mampu bertahan.

Sektor manufaktur, logistik, hingga UMKM menjadi yang paling terdampak karena tingginya ketergantungan pada energi.

Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menilai pengelolaan arus kas dan efisiensi operasional menjadi langkah mitigasi penting bagi dunia usaha di tengah kenaikan harga komoditas energi, termasuk bahan bakar minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) nonsubsidi.

“Mitigasi yang dilakukan tentu akan melakukan penghematan, baik dari sisi pengelolaan arus kas yang lebih ketat maupun pemakaian BBM nonsubsidi. Efisiensi operasional menjadi salah satu alternatif yang dilakukan untuk mampu bertahan,” kata Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Otonomi Daerah Sarman Simanjorang di Jakarta, Senin (20/4).

Seperti dikutip dari Antara, Sarman menilai kenaikan harga BBM dan LPG nonsubsidi tidak dapat dihindari karena mengikuti tren harga global. Dampaknya dirasakan luas, baik terhadap operasional industri maupun daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah.

“Bagi dunia usaha, pengaruhnya juga dapat dirasakan oleh industri yang memakai bahan bakar solar nonsubsidi seperti sektor manufaktur, perhotelan, apartemen, restoran, mal dan pusat perdagangan, logistik, pertambangan, hingga UMKM. Kenaikan ini menambah biaya operasional, termasuk kendaraan operasional di luar truk,” ujarnya.

Sebagai respons, dunia usaha memberikan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah. Salah satunya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar tetap berada di bawah 17.000 rupiah per dollar AS, serta memastikan ketersediaan energi nasional.

“Rekomendasi kita kepada pemerintah agar mampu menjaga stabilitas nilai tukar rupiah agar bisa bertahan di bawah Rp17.000, kemudian memastikan bahwa ketersediaan BBM dan LPG untuk kebutuhan nasional terjamin sehingga tidak ada kekhawatiran kenaikan yang lebih besar,” kata Sarman.

Ia juga menyarankan agar pemerintah segera menurunkan harga BBM jika harga minyak dunia melemah, serta memberikan insentif atau relaksasi bagi pelaku usaha guna mencegah pemutusan hubungan kerja (PHK).

“Pemerintah juga dapat memberikan relaksasi atau stimulus kepada pelaku usaha dalam kerangka pelaku usaha mampu bertahan dan tidak sampai melakukan pengurangan karyawan atau PHK,” ujarnya.

Sebelumnya, pemerintah telah menaikkan harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex sejak Sabtu (18/4), seiring penyesuaian harga minyak dunia dan dinamika geopolitik global. Harga LPG nonsubsidi 12 kg juga naik dari 192 ribu menjadi 228 ribu rupiah per tabung atau meningkat 18,75 persen.

Antisipasi Inflasi

Secara terpisah, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas IndonesiaFakhrul Fulvian menilai dampak kenaikan harga energi nonsubsidi terhadap inflasi perlu diantisipasi melalui kebijakan yang tepat.

Ia memperkirakan dalam jangka pendek, kenaikan harga LPG 12 kg dan BBM nonsubsidi akan menambah inflasi sekitar 0,1–0,3 persen, tergantung pada besaran kenaikan dan dampaknya terhadap sektor lain, khususnya transportasi dan logistik.

"Namun demikian, tekanan tidak berhenti di angka inflasi semata. Ini akan berbeda kalau yang subsidi ikut naik, mudah-mudahan yang subsidi juga dijaga untuk tidak naik ya," ujarnya.

Menurut Fakhrul, kelompok kelas menengah menjadi pihak yang paling terdampak karena tidak menerima bantuan sosial, namun sangat sensitif terhadap kenaikan biaya hidup.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Apakah Ada yang Tahu Apa Itu Jelekongism

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Apakah Ada yang Tahu Apa It...

Pelatih PSS: Banyak Sekali yang Harus Dibenahi

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Pelatih PSS: Banyak Sekali ...
Olahraga
Marc Marquez Juara Sprint M...
Olahraga
Sinner Mundur dari Shanghai...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.