KA Lokal Bandung Raya Jadi Penopang Mobilitas Harian, Jutaan Perjalanan Terhubung di Triwulan I 2026

Kamis, 16 Apr 2026, 14:38 WIB

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus menghadirkan layanan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Di wilayah Bandung dan sekitarnya, KA Lokal Bandung Raya bersama KA Lokal Garut menjadi bagian penting yang menghubungkan aktivitas warga dari pagi hingga malam, dari rumah menuju tempat kerja, sekolah, hingga pusat layanan publik.

Mobilitas masyarakat terus tumbuh, KA Lokal Bandung Raya naik 16,67% dan KA Lokal Garut meningkat 11,64% pada Triwulan I 2026 dibandingkan tahun sebelumnya

Ket. Foto: KA Lokal Bandung Raya dan KA Lokal Garut menjadi bagian penting yang menghubungkan aktivitas warga. — Sumber: PT KAI

Pada Triwulan I 2026, KA Lokal Bandung Raya melayani sebanyak 2.858.523 pelanggan, meningkat dibandingkan Triwulan I 2025 sebanyak 2.450.007 pelanggan dan Triwulan I 2024 sebanyak 1.966.318 pelanggan. Pertumbuhan ini menunjukkan layanan yang semakin relevan dalam mendukung mobilitas harian masyarakat di wilayah Bandung Raya.

Sejalan dengan itu, KA Lokal Garut yang melayani relasi Purwakarta–Garut pulang pergi juga mencatat peningkatan. Pada Triwulan I 2026, layanan ini melayani 778.837 pelanggan, naik dari 697.612 pelanggan pada Triwulan I 2025 dan 620.610 pelanggan pada Triwulan I 2024. Kenaikan ini memperlihatkan semakin luasnya jangkauan manfaat layanan kereta lokal bagi masyarakat di wilayah Priangan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan bahwa layanan KA lokal menjadi bagian yang melekat dalam keseharian masyarakat.

“Setiap perjalanan yang terjadi di kereta lokal adalah bagian dari aktivitas masyarakat yang terus berjalan. Dari berangkat bekerja, mengantar anak sekolah, hingga mengakses layanan kesehatan, semuanya saling terhubung dalam satu perjalanan yang terjangkau dan dapat diandalkan,” ujar Anne.

KA Lokal Bandung Raya melayani relasi Padalarang–Cicalengka pulang pergi dengan tarif terjauh Rp5.000. Jalur ini menghubungkan berbagai titik penting di wilayah Bandung Raya, mulai dari kawasan permukiman, pusat pendidikan, hingga area bisnis.

Dari Cicalengka sebagai ujung timur, perjalanan mengalir melewati Haurpugur dan Rancaekek yang dikenal dekat dengan kawasan pendidikan dan industri. Kereta api kemudian berhenti di Cimekar dan Gedebage, wilayah yang terus berkembang sebagai pusat aktivitas baru di timur Bandung.

Memasuki pusat kota, Stasiun Kiaracondong dan Cikudapateuh menjadi titik penting bagi masyarakat yang bekerja di pusat kota. Stasiun Bandung sebagai stasiun sentral menjadi simpul utama mobilitas, menghubungkan perjalanan lokal dengan perjalanan jarak jauh.

Perjalanan berlanjut ke arah barat melalui Stasiun Ciroyom yang berada dekat kawasan perdagangan dan aktivitas ekonomi, lalu Cimindi dan Cimahi yang melayani kawasan permukiman serta pusat pendidikan. Hingga akhirnya tiba di Padalarang sebagai ujung barat yang menghubungkan wilayah Bandung dengan kawasan Kabupaten Bandung Barat.

Sementara itu, KA Lokal Garut menghadirkan konektivitas yang lebih panjang dari Garut hingga Purwakarta dengan tarif terjauh Rp14.000. Jalur ini membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat untuk berpindah dari satu wilayah ke wilayah lain dengan biaya yang terjangkau.

Dari Garut, perjalanan dimulai dan melewati stasiun seperti Wanaraja, Pasirjengkol, hingga Cibatu yang menjadi simpul penting di wilayah Priangan Timur. Kereta api kemudian melintasi Nagreg dan Cicalengka, menghubungkan kawasan pegunungan dengan wilayah Bandung.

Perjalanan berlanjut melalui pusat kota Bandung hingga ke arah barat menuju Cimahi, Padalarang, hingga Purwakarta. Di sepanjang jalur ini, masyarakat dapat mengakses berbagai kebutuhan penting seperti rumah sakit, sekolah, pasar, hingga pusat aktivitas ekonomi dengan lebih mudah.

Tarif yang terjangkau menjadikan kereta lokal sebagai pilihan yang dekat dengan berbagai lapisan masyarakat. Dengan biaya perjalanan mulai dari Rp5.000 hingga Rp14.000, masyarakat dapat tetap produktif tanpa harus terbebani biaya transportasi yang tinggi.

“Kereta lokal menjadi ruang yang mempertemukan berbagai kebutuhan masyarakat. Di dalam satu perjalanan, ada banyak tujuan yang berbeda, namun semuanya bergerak dalam waktu yang sama. Di situlah peran kereta api hadir menjaga keterhubungan dan mendukung aktivitas masyarakat setiap hari,” tutup Anne.

Redaktur: Lili Lestari

Penulis: Koran Jakarta

Berita Terbaru

Fitur Canggih Mobil Ternyata Jarang Dipakai, Ada yang Tak Tahu Cara Menggunakannya

Krisis Air Bersih di Natuna! Pemkab Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak

Kekeringan Meteorologis, BMKG Ingatkan Seluruh Wilayah Jateng untuk Siaga

Curanmor Merajalela! Polda Banten Bongkar Sindikat yang Beraksi di 14 Lokasi

Status Siaga Kekeringan Meteorologis untuk Seluruh Wilayah Jateng

Rumah Adat Wisata Sade Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus pada Pemulihan Korban

Cincinnati Open, Area Sial bagi Swiatek Dikalahkan Pegula

Prawirotaman Adakan Festival Guna Menunjang Kunjungan Wisata

Warga Semarang yang Akan Menikah, Lihat Pameran 50 Vendor Wedding

Jatim Hari Ini Cerah-Berawan, Gelombang hingga 3,7 Meter Mengintai Perairan Selatan

Gubernur Emanuel Melkiades Bawa Bantuan ke Tiga Titik Terdampak Gempa M7,7 di Riung

Real Madrid di Bawah Pelatih Mourinho Kalahkan Espanyol 2-1

Putus Akibat Gempa, Akses Jembatan Wae Dampek di Manggarai Timur Pulih

Kapal Kargo Muatan Bijih Besi Tujuan Singapura Tenggelam di Lepas Pantai India, Dua ABK Selamat

Kucuran Beras Capai 1,65 Juta Ton, Pemerintah Optimistis Rem Harga Beras di Puncak El Nino

BPBD Cilacap Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kekeringan Meteorologis

Menlu Tiongkok Wang Yi Temui Ketua DEN RI Luhut Panjaitan Bahas Investasi di Indonesia

Ratusan Rumah Adat Sade Ludes Terbakar, Pemkab Lombok Tengah Fokus Pulihkan Korban

Korea Utara Tuding Rencana Perluasan Anggaran Pertahanan Jepang Sebagai 'Persiapan Perang'

Brentford Kalahkan Tottenham Hotspur dengan Skor Telak 3-0

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.