• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Inflamasi Paling Sering Di...

Inflamasi Paling Sering Ditemukan pada Cedera Olahraga

Kamis, 16 Apr 2026, 22:47 WIB

Jakarta - Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dr. Zeth Boroh, Sp.KO, ALK menyebut inflamasi menjadi permasalahan yang paling sering ditemukan pada cedera olahraga.

Dalam temu media di Jakarta, Kamis, dokter Zeth menjelaskan inflamasi merupakan suatu kerusakan jaringan muskuloskeletal yang terdiri atas otot, tendon, ligamen, sendi, dan tulang, di mana organ tersebut kerap mengalami terjadinya cedera.

Ket. Foto: Ilustrasi - Peserta memacu kecepatan larinya saat mengikuti lomba lari cepat Ramadhan 2026. — Sumber: Antara

“Kalau bicara tentang cedera olahraga, yang paling sering kita temukan adalah inflamasi. Jadi sebenarnya bukan yang robek atau putus, yang inflamasi saja,” kata dokter lulusan spesialis kedokteran olahraga dari Universitas Indonesia itu.

Zeth menyampaikan biasanya gejala inflamasi itu seperti ada nyeri, pembengkakan, dan memar atau hematoma. Kondisi ini juga dapat mengganggu fungsi gerak, misalnya pada otot yang meradang sehingga tidak bisa dipakai untuk kontraksi, atau disebut functional lesion (gangguan fungsi).

Menurut Zeth, permasalahan yang kerap terjadi adalah penanganan cedera olahraga kerap tidak dilakukan secara langsung. Padahal, kasus yang ditemui sehari-hari umumnya masih tergolong cedera ringan, misalnya pada olahraga lari.

“Lari itu kan olahraga yang harusnya aman dari cedera, karena pola gerakannya sama dari awal sampai akhir. Bayangin dengan bola, basket, itu risikonya paling tinggi. Tapi kenyataannya, pasien saya yang sekarang paling banyak cedera adalah pelari, mungkin karena salah satunya semakin banyak yang lari,” imbuh dia.

Zeth mengatakan cedera yang dialami pelari umumnya disebabkan oleh overuse atau penggunaan berlebihan, di mana kondisi tersebut sering kali memicu inflamasi alih-alih terjadinya robekan.

Oleh karena itu, penanganan inflamasi sangat penting, apabila dibiarkan bisa menyebabkan akan terjadinya kronis, bahkan cederanya bisa kompensasi. 

“Makanya banyak sudah kompensasi nih cederanya di lutut kanan, karena dia masih tetap ingin lari, kasih bebannya ke kiri ‘wah yang kanan ini lagi sakit nih, gue ngasih bebannya ke kiri’ akhirnya kompensasi ke kiri, inflamasi juga. Pada saat itulah biasanya baru mereka datang berobat,” imbuh dia.

Lebih lanjut, Zeth menambahkan pentingnya penanganan untuk inflamasi terutama dalam menangani jika cedera olahraga. Mempercepat proses inflamasi menjadi langkah guna cedera tidak memburuk dan proses penyembuhan berjalan optimal.

Adapun penanganan inflamasi dapat dilakukan melalui berbagai upaya, termasuk metode RICE (Rest, Ice, Compression, Elevation), yang bertujuan agar proses inflamasinya cepat selesai dan tidak memperburuk keadaan, setelahnya baru akan disarankan sejumlah terapi.

“Penting untuk mempercepat proses ini juga pemberian anti-inflamasi bisa dengan oral, topikal. Jadi penanganan cedera olahraga memang seharusnya secepat mungkin, bukan hanya sekadar mempercepat proses penyembuhannya, tapi kita juga terapi supaya proses pemburukannya kita hindari,” katanya. 

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Jadi Daya Tarik Wisata Edukasi, Desa Wisata Dipromosikan ke Australia

Menyedihkan, Sejumlah Bangunan di Kota Bima NTB Rusak Terdampak Gempa M 7,7 di NTT

Kabar Duka! Satu Orang di Maumere Ditemukan Meninggal Dunia Akibat Gempa

Temuan Baru! Peneliti Australia Temukan Cara Cegah Malaria, Ubah Gigitan Nyamuk Mematikan Jadi Booster Imun

Energi Surya Harus Jadi Andalan! IESR Ungkap Pentingnya Pembangunan PLTS

The Script Gelar Konser Lagi di GBK Jakarta! Catat Tanggalnya!

Keren! Niken Anjani Kembali Eksis di Film Bernuansa Hukum, Simak Peran Terbarunya

Liga Inggris: Manchester United Bangkit, Carrick Ingin Ubah Momentum Jadi Era Baru

Breaking! BMKG Ingatkan Ancaman Tsunami hingga 3 Meter di NTT, NTB dan Sulsel

Gempa Dahsyat dengan Magnitudo 7,7 Guncang Flores, Bupati Keluarkan Imbauan Penting untuk Warga

Semoga Tidak Ada Jatuh Korban, BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami Usai Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT

Terobosan Inovatif Pemprov Jabar, Fitur Imah Aing di Sapawarga Permudah Laporan Masyarakat di Rutilahu

Produksi Motor dan Mobil Listrik Nasional, RI Akan Dapat Keuntungan Berlapis!

Pelestarian Adat dan Budaya Keraton, Ada Potensi Ekraf di Dalamnya

Garuda Pertiwi U-16 Menggila, Arab Saudi Dihantam 7-0 di Srikandi Merdeka Cup 2026

75 Paskibraka Dikukuhkan untuk Upacara HUT ke-81 RI di IKN

Semarak HUT ke-81 RI, Merah Putih 1.200 Meter Membentang di Bogor

Penerbangan Komersial Kembali Beroperasi di Bandara Husein Sastranegara

Musim Baru Liga Inggris: Arsenal Bidik Gelar Beruntun di Tengah Pergantian Pelatih Tim-Tim Rival

BIAS 2026 di Cimahi Sasar 16.723 Siswa SD dan SMP

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.