Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

DIY Memasuki Fase 30 Tahun Terakhir Siklus Megathrust, Pakar Kebencanaan Ingatkan Pemerintah dan Masyarakat

📅 Kamis, 16 Apr 2026, 18:27 WIB | Oleh:
DIY Memasuki Fase 30 Tahun Terakhir Siklus Megathrust, Pakar Kebencanaan Ingatkan Pemerintah dan Masyarakat Doc: ANTARA/M Riezko Bima Elko Prasetyo
Ket. Tangkapan layar Dewan Pembina Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Prof Dwikorita Karnawati memberikan pemaparan dalam seminar peringatan 20 tahun gempa Yogyakarta yang diikuti dari Jakarta, Kamis (16/4).

JAKARTA - Pemerintah dan masyarakat di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) diingatkan Pakar kebencanaan Indonesia untuk bersiap menghadapi potensi gempa megathrust yang diprediksi memiliki siklus ulang 200 tahun dan sekarang berada pada fase 30 tahun terakhir.

Dewan Pembina Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Prof Dwikorita Karnawati menyebutkan wilayah selatan Jawa, termasuk Yogyakarta, saat ini berada pada fase 30 tahun terakhir dari siklus besar tersebut, sebagaimana studi pakar dari Institut Teknologi Bandung (ITB) atau ITB University.

"Ini bukan untuk menakut-nakuti, tapi hasil studi sains untuk mendukung kebijakan. Kita berada di ujung siklus 200 tahun yang belum rilis energinya. Potensi magnitudo bisa mencapai 8,7, sehingga kesiapsiagaan di DIY harus ditingkatkan secara serius," kata dia dalam seminar peringatan 20 tahun Gempa Yogyakarta diikuti dari Jakarta, Kamis (16/4).

Dwikorita yang juga mantan kepala BMKG tersebut, menekankan pentingnya pembangunan infrastruktur yang adaptif, seperti telah diterapkan pada Bandara Internasional Yogyakarta (YIA), guna meminimalkan risiko jatuh korban jiwa saat energi megathrust tersebut dilepaskan.

Bandara YIA dinilai kalangan ahli merupakan satu-satunya infrastruktur penerbangan di Asia Tenggara yang didesain secara serius untuk tahan terhadap guncangan gempa magnitudo 8,7 serta terjangan tsunami setinggi 15 meter.

Bangunan tersebut dirancang untuk tetap kokoh dan mampu menjadi tempat evakuasi sementara bagi sekitar 12.000 orang di lantai mezanin dan terminal.

Selain ancaman megathrust di pesisir selatan, ia juga menyoroti kompleksitas Sesar Opak yang menjadi pemicu gempa darat tahun 2006.

Menurut dia, hasil studi terbaru menunjukkan sesar tersebut bukan patahan tunggal, melainkan sistem patahan kompleks yang bercabang saat mendekati permukaan bumi.

"Sesar Opak ini tidak memotong permukaan sehingga disebut blind fault. Namun, mekanisme pergerakannya sangat dinamis dan energinya belum sepenuhnya terlepas sejak kejadian 2006. Hal ini menuntut penataan ruang yang lebih ketat, terutama di zona-zona dengan tingkat amplifikasi guncangan yang tinggi," katanya.

Ia dalam seminar tersebut secara terbuka mengapresiasi konsistensi kepemimpinan di DIY yang mempercayai rekomendasi berbasis ilmu pengetahuan (science-based policy).

Dengan begitu, ia berharap, sinergi antara teknologi peringatan dini dan kearifan lokal terus dijaga agar tetap dalam kesiapsiagaan, mengingat siklus bencana besar di masa depan sebagai hal yang harus dilakukan mitigasi sejak dini. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.