Ambisi Pemkot Palu: Tavanjuka Market Disulap Jadi Jantung Ekonomi
Kamis, 16 Apr 2026, 17:15 WIBPALU â Revitalisasi pasar tradisional bukan sekadar pembenahan fisik, melainkan instrumen strategis untuk menggerakkan ekonomi daerah secara menyeluruh.
Perbaikan infrastruktur, penataan zonasi pedagang, hingga integrasi sistem pembayaran digital mampu meningkatkan kenyamanan transaksi sekaligus memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro.
Dalam konteks ini, pasar bertransformasi dari ruang jual-beli konvensional menjadi simpul ekonomi yang lebih efisien dan inklusif.
Dampak lanjutannya terlihat pada meningkatnya perputaran uang di tingkat lokal. Ketika aktivitas perdagangan menggeliat, rantai pasokâmulai dari petani, distributor, hingga pedagang kecilâikut terdorong.
Revitalisasi juga membuka peluang formalitas usaha, sehingga pelaku UMKM lebih mudah mengakses pembiayaan dan program pendampingan dari pemerintah daerah.
Namun demikian, keberhasilan revitalisasi sangat ditentukan oleh tata kelola pasca-pembangunan. Tanpa manajemen yang adaptif dan partisipasi aktif pedagang, pasar berpotensi kembali mengalami penurunan fungsi.
Karena itu, pendekatan yang berkelanjutanâmeliputi penguatan kelembagaan, digitalisasi, serta pengawasanâmenjadi kunci agar revitalisasi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi daerah, bukan sekadar proyek fisik jangka pendek.
Pemerintah Kota Palu, Sulawesi Tengah, mengatakan, kehadiran Tavanjuka Market diharapkan dapat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat setempat.
âDi sini tidak hanya tempat jual belimakanan, bahan pokok, buah-buahan, ikan, hingga ayam segar. Bahkan bisa menjadi tempat berkumpul, apalagi ada hiburan seperti live music. Ini diharapkan jadi lokasi pertumbuhan ekonomi baru,â kata Wakil Wali Kota Palu Imelda Liliana Muhidin di Palu, Kamis (16/4).
Tavanjuka Market merupakan hasil revitalisasi dari Pasar Tavanjuka yang dilakukan Pemerintah Kota Palu di bawah kepemimpinan Wali Kota Hadianto Rasyid bersama Wakil Wali Kota Imelda Liliana Muhidin.
Revitalisasi ini, kata dia, diharapkan mampu menghidupkan kembali fungsi pasar sebagai pusat ekonomi masyarakat.
Menurut dia, Tavanjuka Market tidak hanya difungsikan sebagai tempat transaksi jual beli, tetapi juga sebagai ruang publik yang nyaman bagi masyarakat dengan fasilitas pendukung seperti area kuliner dan hiburan.
Imelda juga berharap Tavanjuka Market dapat menjadi pasar modern yang mampu bersaing dengan pasar di kota-kota besar seperti Jakarta.
Lebih lanjut, ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan dan ketertiban pasar dan mengimbau para pedagang untuk aktif menjaga kebersihan di setiap lapak.
âSaya berpesan kepada para pedagang, tolong dijaga kebersihannya setiap hari. Pedagang juga harus diedukasi bagaimana menjaga kebersihan di lapaknya masing-masing. Kita bantu Dinas Lingkungan Hidup, sehingga sampahnya tinggal diangkut,â katanya.
Dalam mendukung sistem transaksi modern, Pemkot Palu juga mendorong para pedagang untuk memanfaatkan pembayaran non-tunai melalui QRIS yang difasilitasi oleh Bank BTN guna memberikan kemudahan bagi konsumen dalam bertransaksi.
Ia berharap Tavanjuka Market dapat menjadi percontohan bagi pengembangan pasar lainnya di Kota Palu, sebagai bagian dari upaya mewujudkan kota yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.
- revitalisasi pasar
- Tavanjuka Market
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.