- Home
-
- Luar Negeri
-
- Pakistan Mati Lampu 2,5 Ja...
Pakistan Mati Lampu 2,5 Jam, Langkah Drastis Pemerintah Hadapi Krisis
Rabu, 15 Apr 2026, 14:53 WIBISLAMABAD - Kementerian Energi (Divisi Listrik) Pakistan, Selasa (14/4), mengumumkan pemadaman listrik terencana selama sekitar 2,5 jam pada jam-jam puncak malam hari untuk mencegah kenaikan tajam tarif listrik.
Dalam sebuah pernyataan, Divisi Listrik mengatakan pemadaman akan dilakukan antara pukul 17.00 dan 01.00 waktu setampat, ketika permintaan meningkat dan pembangkit listrik tenaga air menurun, sehingga memaksa ketergantungan pada sumber bahan bakar yang mahal.
Langkah itu merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk menahan harga listrik di tengah meningkatnya biaya bahan bakar global.
Pemerintah menyatakan sistem listrik tetap stabil dan mampu memenuhi permintaan, tetapi memperingatkan bahwa konsumsi pada jam-jam puncak menjadi tantangan utama.
Untuk mengimbangi biaya, 80 juta kaki kubik gas lokal per hari telah dipasok ke pembangkit listrik, membantu menghindari kenaikan sekitar 80 paisa per unit dan mengurangi kebutuhan akan manajemen beban lebih lanjut.
Otoritas berwenang menyatakan pemadaman terbatas ini dapat mencegah kenaikan tarif sekitar tiga rupee Pakistan (satu rupee Pakistan Rp61,40) per unit. Bahkan dengan penggunaan sebagian minyak bakar, kenaikan tarif diperkirakan dapat dibatasi menjadi sekitar 1,5 rupee Pakistan per unit, dibandingkan dengan potensi kenaikan hingga enam rupee Pakistan jika tidak ada intervensi.
Perusahaan distribusi telah diinstruksikan untuk menyediakan jadwal pemadaman terlebih dahulu berdasarkan tiap feeder, serta tidak diperbolehkan melakukan pemadaman listrik di luar jadwal, bunyi pernyataan tersebut.
Pemerintah menyatakan langkah ini bukanlah pemadaman listrik bergilir konvensional, melainkan langkah tertarget untuk menstabilkan harga listrik selama jam-jam puncak permintaan. Ant/Xinhua
- pemadaman listrik
- Islamabad
- pakistan
Redaktur: Koran Jakarta
Penulis: Deri Henriawan
Berita Terkait:
-
62.000 Rumah Subsidi Akad Massal 30 Juli! Ini Syarat Dapat Rumah FLPP 2026
-
Piala Dunia 2026: Deschamps Akui Bertanggung Jawab atas Babak Pertama yang Buruk di Laga Perpisahan Bersama Prancis
-
Korban Tewas Akibat Gempa di Venezuela Tembus 6.000 Jiwa, 1.400 Orang Masih Hilang
-
BPJPH Nilai Industri Halal Pacu Ekonomi dan Pemberdayaan Inklusif
-
Rumah Sakit di Pakistan Kebakaran, Belasan Bayi Baru Lahir Tewas
-
PLN Pastikan Tidak Ada Lagi Pemadaman Listrik di Pulau Jawa
-
Dibuang PSG, Randal Kolo Muani Malah Dipermanenkan Juventus dengan Nilai Fantastis!
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.