Bayern Masih Bisa Digoyang Madrid

Rabu, 15 Apr 2026, 06:41 WIB

MUNICH - Bayern Munich akan menjamu Real Madrid dalam laga leg kedua perempat final Liga Champions di Allianz Arena, Kamis (16/4) dini hari WIB. Pertandingan ini menjadi pertemuan ke-30 dua klub raksasa Eropa tersebut, sebuah rivalitas klasik yang kembali memanas di panggung terbesar Eropa.

Tim asuhan Vincent Kompany datang dengan keunggulan agregat 2-1 setelah kemenangan di Santiago Bernabeu pekan lalu. Gol dari Luis Diaz dan Harry Kane sempat memberi Bayern kendali, meski gol telat Kylian Mbappe menjaga harapan tim besutan Alvaro Arbeloa tetap hidup.

Ket. Foto: Penyerang Bayern Munich, Harry Kane dan Penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe (kanan) — Sumber: Alexandra BEIER/ Thomas COEX/AFP

Secara statistik, Bayern punya modal kuat. Dari 30 duel dua leg di kompetisi UEFA setelah menang tandang pada leg pertama, mereka lolos dalam 29 kesempatan. Rekor impresif itu semakin menebalkan kepercayaan diri Die Roten. Apalagi mereka baru saja membantai St Pauli 5-0 di Bundesliga dan memimpin klasemen dengan selisih 12 poin atas Borussia Dortmund.

Namun, sejarah juga menyimpan peringatan. Bayern kalah dalam tujuh dari delapan laga dua leg terakhir melawan tim Spanyol. Bayern masih bisa digoyang Madrid. Meski demikian, Allianz Arena tetap menjadi benteng kokoh. Bayern menyapu bersih lima laga kandang Eropa musim ini dengan rata-rata 3,2 gol per pertandingan dan hanya sekali kalah dalam 28 laga kandang Liga Champions terakhir.

Di sisi lain, Real Madrid datang dalam situasi yang jauh dari ideal. Hasil imbang 1-1 kontra Girona di La Liga disambut ejekan suporter di Bernabeu, hanya beberapa hari setelah kalah dari Mallorca. Kini mereka tertinggal sembilan poin dari Barcelona dalam perburuan gelar domestik.

Tekanan pun meningkat pada Arbeloa, yang belum mampu menjaga stabilitas tim sejak era sebelumnya. Namun, Los Blancos selalu punya identitas berbeda di Liga Champions. Mereka menang tujuh duel perempat final terakhir melawan tim Jerman. Madrid juga tak terkalahkan dalam empat kunjungan terakhir ke Allianz Arena.

Penampilan Neuer

Sorotan utama juga tertuju pada Manuel Neuer. Kiper veteran berusia 40 tahun itu tampil luar biasa di leg pertama dengan sembilan penyelamatan dan dinobatkan sebagai pemain terbaik laga tersebut. Kontraknya yang akan habis musim ini membuat laga nanti bisa menjadi bagian dari perpisahan yang emosional.

Meski tak lagi seagresif masa jayanya sebagai “sweeper keeper,” pengalaman dan kepemimpinan Neuer tetap krusial. CEO Bayern, Jan-Christian Dreesen, bahkan menyebutnya sebagai “x-factor” yang membedakan timnya dari Madrid. Kompany pun mengakui pengaruh besar sang kapten. “Satu kalimat darinya bisa menenangkan seluruh tim,” ujarnya.

Bayern berharap lini depan yang dihuni Kane, yang telah mencetak 11 gol di kompetisi ini, serta dukungan Serge Gnabry dan Michael Olise mampu kembali menekan. Di lini belakang, kombinasi Jonathan Tah dan Dayot Upamecano akan menjadi tameng di depan Neuer.

Madrid masih menunggu kondisi Mbappe yang mengalami cedera wajah ringan. Jika fit, dia akan berduet dengan Vinicius Junior, didukung Jude Bellingham dan Federico Valverde di lini tengah. Meski tertinggal, Madrid tetap berbahaya.

“Tidak peduli bagaimana performa mereka di liga domestik, di Liga Champions mereka selalu berbeda,” ujar Joshua Kimmich. Rekannya, Leon Goretzka, menambahkan, “Ini akan menjadi tugas yang sangat sulit. Mereka bisa menciptakan peluang dalam sekejap.”

Dengan sejarah panjang, kualitas individu, dan tekanan besar di kedua kubu, duel di Allianz Arena dipastikan berlangsung sengit. ben/AFP/G-1

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.