AS Ingin Iran Hentikan Pengayaan Uranium sebagai Syarat Perdamaian

Rabu, 15 Apr 2026, 01:10 WIB

WASHINGTON DC – Amerika Serikat (AS) berupaya menangguhkan program pengayaan uranium Iran selama 20 tahun sebagai bagian dari kesepakatan untuk mengakhiri perang, menurut laporan media pada Senin (13/4), setelah Washington dan Teheran gagal mencapai kesepakatan.

Presiden AS Donald Trump melancarkan perang pada 28 Februari setelah ia menyatakan Iran sedang mengembangkan bom atom—yang dibantah oleh Teheran—serta bersumpah tidak akan membiarkan Republik Islam tersebut memiliki senjata nuklir.

Ket. Foto: Wakil Presiden AS, JD Vance. — Sumber: antara

Wakil Presiden JD Vance meninggalkan negosiasi dengan Iran akhir pekan lalu tanpa hasil, dengan sejumlah isu yang masih menjadi kendala, termasuk pembukaan Selat Hormuz dan program nuklir Iran.

Media melaporkan bahwa Washington meminta Teheran menyetujui penghentian pengayaan uranium selama 20 tahun, mengutip pejabat yang dekat dengan negosiasi di Islamabad pada Sabtu. Jeda selama 20 tahun tersebut disebut akan disertai pencabutan sanksi, sebagaimana dilaporkan Wall Street Journal.

Sebagai balasannya, Iran mengusulkan penangguhan aktivitas nuklir selama lima tahun, menurut The New York Times. Usulan ini dinilai lebih lunak dibanding tuntutan sebelumnya dari Trump yang menginginkan penghentian permanen program nuklir Iran.

Pada 2018, Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir yang menurutnya bersifat “sepihak”, yang mencabut sanksi terhadap Iran sebagai imbalan atas jaminan tidak mengembangkan senjata nuklir.

Vance menegaskan bahwa Washington telah menetapkan garis merah dalam negosiasi tersebut. “Bola sekarang berada di tangan Iran,” ujarnya. Ia menambahkan, “Ada dua hal khususnya di mana presiden Amerika Serikat benar-benar mengatakan bahwa kita tidak memiliki fleksibilitas.”

“Berbeda halnya jika Iran mengatakan mereka tidak akan memiliki senjata nuklir. Namun, berbeda halnya jika kita menerapkan mekanisme untuk memastikan hal itu tidak terjadi,” tambahnya.

Iran sebelumnya menolak pembatasan terhadap haknya untuk memperkaya uranium, yang menurut mereka merupakan bagian dari program nuklir sipil.

Isu Sentral

Sementara itu, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan bahwa Vance telah menyampaikan bahwa pemindahan seluruh uranium yang diperkaya 60 persen milik Iran dari negara tersebut menjadi “isu sentral” bagi Trump.

Delegasi Washington juga ingin memastikan bahwa tidak akan ada pengayaan uranium lebih lanjut dalam jangka panjang, bahkan hingga beberapa dekade ke depan.

“Tidak ada pengayaan di dalam Iran", tambah Netanyahu.

Di sisi lain, Russia telah menawarkan untuk menyimpan uranium yang telah diperkaya milik Iran sebagai bagian dari kesepakatan.

  • negosiasi nuklir

Redaktur: Andes Tanjung

Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S

Berita Terbaru

Tidak Hanya Jadi Ajang Olahraga, Purwokerto City Run 2026 Kenalkan Budaya Lokal

KemenPU Tangani 1.229 Titik Kekeringan: 41 Ribu Hektar Sawah & 616 Ribu Jiwa Terbantu

Kebakaran Rumah di Kebayoran Baru, Sebanyak 81 Personel Dikerahkan

Gempa M5,9 Mengguncang Jepang Bagian Timur termasuk Tokyo, Layanan Kereta Api Terganggu

269 Lulusan PT Terpilih untuk Program Magang Nasional di Kemenpar

Budi Doremi Rilis Lagu Baru "Cinta Sendiri", Ajak Pendengar untuk Move On

Jaga Tradisi 5 Abad Kota Banjarmasin, Pemkot Gelar Festival Karya Tari

Peringati HUT RI, Polda Metro Jaya Fasilitasi Perpanjangan SIM Gratis Ribuan Pengemudi Ojol

IQAir: Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat Pagi Ini, Kelima Terburuk di Dunia

Kebakaran Melanda Kampung Adat Sade di Lombok Tengah, Rumah Suku Sasak Hangus Terbakar

Tim Bola Voli Putri Indonesia Bungkam Kazakstan, Revans Terbayar

Cuaca Hari Minggu Cerah Berawan di Sebagian Besar Wilayah Indonesia

Forum Ulama Satukan Komitmen Tolak Politik Uang di Muktamar ke-35 NU

Karhutla di Jambi Terus Meningkat, Perusahaan Migas Petrochina Jabung Bantu Padamkan

Liga Inggris: Manchester United Tersungkur di Kandang Hull, Tottenham Dipermalukan Brentford

Serie A Italia: Inter dan Napoli Awali Musim 2026-27 dengan Kemenangan, De Bruyne Jadi Pembeda

Bayern Taklukkan Dortmund 2-1 dan Rebut Piala Super Jerman

La Liga Spanyol: Carlos Espi Jadi Penentu, Real Madrid Menang Dramatis di Markas Espanyol

Pemerintah Kota Jambi Dorong Tirta Mayang Tingkatkan Kualitas Air

Tarif Retribusi Turun! Pedagang Pasar Ajibarang Gelar Tasyakuran

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.