Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AS Ancam Sanksi Sekunder bagi Pendukung Iran

📅 Rabu, 15 Apr 2026, 10:32 WIB | Oleh: Tim Penulis
AS Ancam Sanksi Sekunder bagi Pendukung Iran Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Kapal tanker melintas di selat Hormuz, Iran.

WASHINGTON – Departemen Keuangan Amerika Serikat, Selasa (14/4), mengeluarkan peringatan luas kepada seluruh lembaga keuangan global bahwa pihaknya siap menjatuhkan sanksi sekunder terhadap entitas yang dinilai mendukung aktivitas Iran, di tengah kebuntuan perundingan langsung antara kedua negara.

Departemen tersebut menyatakan akan “bergerak agresif dengan tekanan ekonomi maksimal” guna mempertahankan kebijakan tekanan terhadap Iran.

“Lembaga keuangan harus menyadari bahwa Departemen Keuangan AS akan memanfaatkan seluruh instrumen dan kewenangan yang tersedia serta siap menjatuhkan sanksi sekunder terhadap lembaga keuangan asing yang terus mendukung aktivitas Iran,” demikian pernyataan yang diunggah melalui platform X.

Departemen itu juga menegaskan bahwa izin jangka pendek untuk penjualan minyak Iran yang tertahan di laut akan segera berakhir dalam beberapa hari ke depan dan tidak akan diperpanjang.

Kebijakan itu merujuk pada pengecualian sementara selama 30 hari yang diterbitkan pada 20 Maret, yang memungkinkan penjualan minyak Iran yang telah berada di laut, dengan estimasi volume sekitar 140 juta barel.

Langkah tersebut diambil untuk meredam lonjakan harga energi global yang dipicu oleh perang AS-Israel terhadap Iran.

Perang tersebut, serta respons Iran yang menutup Selat Hormuz dan menargetkan infrastruktur energi di wilayah sekutu Arab Teluk AS, memicu lonjakan tajam harga energi, terutama minyak.Pengecualian tersebut dijadwalkan berakhir pada 19 April.

Perundingan langsung intensif antara Amerika Serikat dan Iran yang berlangsung maraton berakhir pada akhir pekan lalu tanpa kesepakatan untuk mengakhiri konflik secara permanen.

Sebelumnya pada Selasa, Presiden AS Donald Trump menyatakan pembicaraan diperkirakan akan dilanjutkan di Pakistan dalam dua hari ke depan, meskipun belum ada pengumuman resmi.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Olahraga
Madura United Bersuka Cita ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.