- Home
-
- Luar Negeri
-
- IMF Waspadai Risiko AI Glo...
IMF Waspadai Risiko AI Global
Selasa, 14 Apr 2026, 01:00 WIBWASHINGTON DC â Direktur Pelaksana International Monetary Fund, Kristalina Georgieva, memperingatkan bahwa sistem moneter global saat ini belum siap menghadapi risiko kecerdasan buatan (AI) yang berkembang sangat cepat, terutama terkait ancaman keamanan siber.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Minggu (12/4), sehari sebelum IMF dan World Bank memulai pertemuan musim semi tahunan di Washington. Peringatan ini juga muncul setelah regulator Amerika Serikat (AS) menggelar pertemuan darurat dengan para pimpinan bank besar terkait model AI terbaru.
âKami tidak memiliki kemampuan untuk â kami sebagai dunia â melindungi sistem moneter internasional dari risiko siber besar-besaran,â kata Georgieva dalam program Face The Nation di CBS News.
Ia menekankan perlunya penguatan regulasi dan mekanisme pengamanan (guardrails) guna menjaga stabilitas sistem keuangan di tengah pesatnya perkembangan teknologi AI.
âKami sangat ingin melihat lebih banyak perhatian pada pagar pembatas yang diperlukan untuk melindungi stabilitas keuangan di dunia AI,â ujarnya, seraya mendorong kolaborasi global dalam menghadapi tantangan tersebut.
Menurut dia, meskipun isu ini mulai ditangani di AS, risiko serupa dapat dengan mudah muncul di negara lain sehingga membutuhkan kerja sama internasional yang kuat.
âYa, ini adalah masalah yang telah ditangani di sini di AS, tetapi ini adalah masalah yang dapat dengan mudah muncul di belahan dunia lain, dan itulah sebabnya kita membutuhkan orang untuk bekerja sama,â katanya.
Kekhawatiran ini semakin menguat setelah Anthropic pada 7 April mengumumkan pembatasan peluncuran model AI terbarunya, Mythos. Model tersebut dinilai memiliki kemampuan luar biasa dalam mengidentifikasi kerentanan keamanan secara cepat, sehingga berpotensi disalahgunakan.
Anthropic menyatakan telah bekerja sama dengan konsorsium perusahaan besar di AS untuk menguji sistem tersebut. Namun, langkah ini juga memunculkan kekhawatiran bahwa perusahaan di luar jaringan tersebut mungkin belum memiliki kesiapan keamanan yang memadai.
Kondisi ini menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak hanya membawa peluang inovasi, tetapi juga risiko baru bagi stabilitas keuangan global. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi lintas negara untuk memastikan teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara aman dan bertanggung jawab, tanpa mengganggu sistem ekonomi dan keuangan dunia.
- Keamanan Siber
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: AFP, Selocahyo Basoeki Utomo S
Berita Terkait:
-
Harga Cabai Rawit Rp63.900/Kg, Telur Ayam Rp29.250/Kg pada Kamis Pagi
-
Pesta Kesenian Bali 2026 Sukses Gaet 1,8 Juta Pengunjung
-
Jadi Pahlawan Kemenangan Norwegia Atas Brasil, Erling Haaland: Saya hanya Butuh Satu atau Dua Peluang untuk Cetak Gol
-
KPK Buka Peluang Panggil Menhut Raja Juli Antoni dalam Kasus Gratifikasi Hutan Kuansing.
-
BMKG Prakirakan Hujan Ringan Dominasi Cuaca Sebagian Besar Kota di Indonesia
-
Harga Emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian Masih Stabil, sedangkan Emas Antam Naik Rp19.000
-
Promo Perlengkapan Sekolah Jakarta Fair 2026: Diskon Alat Tulis hingga 50 Persen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.