Rupiah Hari Ini Melemah, Terseret Geopolitik! Ancaman Blokade Selat Hormuz oleh AS Bikin Pasar Panik
Senin, 13 Apr 2026, 17:35 WIBJAKARTA â Pelemahan rupiah belakangan ini tak lepas dari meningkatnya ketegangan geopolitik, khususnya terkait wacana blokade Selat Hormuz oleh Amerika Serikat (AS).
Jalur ini merupakan salah satu arteri utama perdagangan minyak dunia, sehingga setiap potensi gangguan langsung memicu lonjakan harga energi global dan meningkatkan ketidakpastian pasar.
Kondisi tersebut mendorong investor global beralih ke aset safe haven, memperkuat dolar AS dan menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Selain faktor eksternal, tekanan terhadap rupiah juga diperparah oleh sensitivitas Indonesia sebagai negara net importir energi.
Kenaikan harga minyak berpotensi memperlebar defisit transaksi berjalan dan meningkatkan beban fiskal, sehingga memperkuat sentimen negatif di pasar keuangan domestik.
Dalam situasi ini, stabilitas rupiah sangat bergantung pada respons kebijakan moneter dan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional.
Nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan, Senin (13/4), melemah 1 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.105 per dolar AS dari penutupan sebelumnya di level Rp17.104 per dolar AS.
Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menilai pelemahan rupiah dipengaruhi upaya blokade Selat Hormuz oleh AS.
âDipengaruhi upaya blokade AS menyusul kegagalan perundingan perdamaian antara AS dan Iran pada akhir pekan lalu,â ucapnya dalam keterangan tertulis di Jakarta.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokade Selat Hormuz, yang membahayakan gagalnya gencatan senjata dua pekan antara AS dengan Iran.
Komando Pusat AS mengatakan pasukan AS akan mulai menerapkan blokade semua lalu lintas maritim yang masuk dan keluar pelabuhan Iran mulai pukul 10 pagi ET pada hari Senin.
Blokade tersebut diberlakukan secara imparsial terhadap kapal-kapal dari semua negara yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan dan wilayah pesisir Iran, termasuk semua pelabuhan Iran di Teluk Arab dan Teluk Oman.
Sebaliknya, Garda Revolusi Iran mengatakan setiap kapal militer yang mencoba mendekati Selat Hormuz akan dianggap sebagai pelanggaran gencatan senjata dan akan ditindak dengan keras dan tegas.
Di sisi lain, Asian Development Bank (ADB) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai level 5,2 persen pada 2026, lebih tinggi dibandingkan realisasi pertumbuhan pada tahun lalu yang sebesar 5,1 persen, tetapi lebih rendah dari target pemerintah (5,4 persen).
âProyeksi tersebut masih dalam rentang target inflasi Bank Indonesia (BI) sebesar 2,5±1 persen,â ungkap Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah ke level Rp17.122 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.112 per dolar AS.
- rupiah hari ini
Redaktur: Muchamad Ismail
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Pertamina Tambah 9 Juta Tabung Elpiji 3 Kg di Jateng-DIY
-
Pasar Jaya Kerahkan 33 Truk Angkut Sampah di Pasar Induk Kramat Jati
-
Akses Tani Kini Mulus, TMMD Kutai Barat Sukses Tembus Jalan 3.500 Meter dalam 30 Hari
-
Cari Informasi Lebih Cepat Tanpa Pindah Aplikasi lewat Circle to Search
-
DPR Minta Pemerintah Evaluasi Berkala Kebijakan Penahanan Harga BBM
-
Persis Keluar dari Zona Degradasi Setelah Menang 3-0 atas Bali United
-
Pemkot Tangerang Larang ASN Keluar Kota saat "WFA"
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.