Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Harga Plastik Naik, Pemerintah Diversifikasi Impor Bahan Baku

📅 Senin, 13 Apr 2026, 17:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Harga Plastik Naik, Pemerintah Diversifikasi Impor Bahan Baku Doc: Antara
Ket. Menteri Perdagangan Budi Santoso usai menghadiri Rapat Koordinasi Investigasi Dagang AS di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (13/4).

Jakarta - Pemerintah Indonesia mencari sumber pasokan baru bahan baku plastik di tengah krisis global yang dipicu gangguan rantai pasok akibat konflik di kawasan Timur Tengah.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, selama ini Indonesia masih bergantung pada impor naphta sebagai bahan baku bijih plastik dari Timur Tengah. Namun, pasokan dari kawasan itu saat ini masih terganggu akibat dampak perang.

“Jadi plastik itu kan memang kita impor bahan bakunya, untuk bijih plastik itu naphta dari Timur Tengah selama ini. Karena imbas perang sehingga otomatis terganggu dari sana,” kata Budi saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (13/4).

Sebagai langkah mitigasi jangka pendek, pemerintah mulai mencari alternatif pasokan dari sejumlah negara seperti India, Amerika Serikat (AS), dan kawasan Afrika.

Ia menyebut komunikasi dengan para produsen di negara-negara tersebut juga sudah dilakukan.

“Jadi kami sudah komunikasi dengan para produsen, memang sudah dapat, cuma mungkin jumlahnya atau perlu waktu juga karena berpindah, dan sekarang kondisi perang pengapalan juga agak lambat,” ujarnya.

Budi menambahkan, pemerintah juga mengoordinasikan perwakilan perdagangan di luar negeri untuk membantu mencari sumber pasokan alternatif dari negara lain.

Di sisi lain, ia mengakui krisis bahan baku plastik saat ini bersifat global. Sejumlah negara produsen seperti Taiwan, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan Singapura juga mengalami gangguan produksi yang sama.

Terkait sumber pasokan bahan baku plastik yang baru, Budi mengatakan, realisasi impor masih membutuhkan waktu, sehingga untuk sementara industri masih mengandalkan stok yang tersedia.

“Impor dari tiga negara tadi sudah diproses. Cuma kan perlu waktu. Jadi sekarang masih proses dengan stok yang ada,” ujarnya.

Dalam hal ini, pemerintah berupaya mempercepat kedatangan pasokan baru guna meredam kekhawatiran pelaku usaha dan pedagang yang mulai terdampak kenaikan harga plastik.

Meski demikian, Budi belum dapat memastikan kapan harga plastik bakal kembali stabil. Sebab, kondisi ini sangat bergantung pada perkembangan situasi global serta kelancaran pasokan dari negara alternatif.

“Ini kan memang krisis global. Tapi alternatif (bahan baku plastik) dari negara lain sebagian sudah kita dapat, dan kita terus mencari negara lain yang bisa mensuplai,” katanya.

Adapun harga plastik di pasaran naik drastis sekitar 30-40 persen per April 2026, terutama disebabkan oleh lonjakan harga bahan baku naphta akibat konflik geopolitik di Timur Tengah.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korea Utara Kembali Luncurk...
Daerah
Disdag Mataram: Pekan Ini P...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.