Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Tetapkan KLB Campak di Tujuh Daerah Sulawesi Selatan

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 15:54 WIB | Oleh:
Kemenkes Tetapkan KLB Campak di Tujuh Daerah Sulawesi Selatan Doc: ANTARA/Nur Suhra Wardyah
Ket. Upaya salah satu tenaga kesehatan di Kota Makassar yang mengajak orangtua untuk melakukan imunisasi pada program ORI yang dilakukan secara mobile di akhir pekan guna menekan kasus campak di Makassar.

MAKASSAR -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) campak pada tujuh daerah di Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) yakni Kota Makassar, Kabupaten Luwu, Wajo, Sinjai, Bulukumba, Jeneponto dan Luwu Timur.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Sulsel Muhammad Yusri Yunus menyampaikan penetapan KLB oleh Kemenkes karena adanya penyebaran penyakit secara nasional, sehingga Kemenkes mengeluarkan edaran untuk melakukan pemetaan termasuk di Sulsel.

"Kemudian ditetapkanlah tujuh daerah KLB campak, meski sebenarnya status KLB ini ditetapkan kabupaten/kota masing-masing, tapi kasusnya telah menyebar secara nasional," kata Yusri di Makassar, Minggu.

Hingga 8 April Dinkes Sulsel mencatat 169 anak positif campak setelah dilakukan pemeriksaan laboratorium.


Yusri menjelaskan campak ini merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus. Pada 2025 akhir peningkatan kasus campak sudah mulai muncul. Sementara pada awal 2026 ini gejala campak itu terjadi peningkatan terus, dari Januari, Februari, dan Maret.

"Desember 2025 itu baru tersebar di tiga kabupaten, itu pun baru diagnosis dalam bentuk suspek. Nanti pada saat uji klinik, diperiksa di lab dinyatakan positif tapi semenjak ada diagnosis suspek, kita melakukan upaya pencegahan," ucapnya.

Yusri menyampaikan edaran yang diterbitkan Kemenkes untuk melakukan pemetaan telah disikapi sejak akhir 2025 karena gejala proses peningkatan kasus campak mulai terlihat.

Pada Desember 2025 Dinkes Sulsel juga mengeluarkan edaran melakukan kesiapsiagaan dini terkait kasus campak yang ditujukan kepada seluruh kepala daerah di provinsi itu.


"Di dalamnya itu menjaga stabilitas layanan, bagaimana pola hidup bersih dan menjaga protokol kesehatan dan sebagainya," kata Yusri.

Selain itu juga dilakukan giat ORI (Outbreak Response Immunization) campak atau imunisasi campak darurat untuk anak usia 9 bulan - 59 bulan guna menghentikan KLB campak.

Yusri juga menguraikan dari data yang telah dihimpun, anak yang terkena campak adalah mereka yang belum pernah mendapatkan imunisasi campak, sehingga herd imunity (kekebalan kelompok) perlu digalakkan.

"Tidak adanya kekebalan tubuh secara menyeluruh, sehingga yang terkena bisa yang sudah imunisasi dan yang belum kalau virus ini menyebar, artinya semua bisa kena," kata M Yusri Yunus

Disebutkan pula terdapat sejumlah daerah terdampak KLB campak seperti Sinjai. Maka dari itu Dinkes Sulsel mengimbau kepada masyarakat untuk proaktif membawa anaknya untuk vaksin, utamanya bagi mereka yang belum lengkap imunisasinya dan maupun yang telah divaksin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Wisata
Prosesi adat kansoda'a di W...
Ekonomi
Neraca perdagangan Indonesi...
Nasional
Presiden Prabowo lantik Wan...
Olahraga
Fitriani/Fadona melaju ke f...
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.