• Home
  • navigasi panah1
  • Rona
  • panah2
  • Perangi Ancaman Siber, Aka...

Perangi Ancaman Siber, Akamai Luncurkan Solusi Segmentasi Berbasis AI untuk Infrastruktur Hibrida

Minggu, 05 Apr 2026, 21:48 WIB

JAKARTA – Akamai resmi memperkenalkan kemampuan terbaru berbasis kecerdasan buatan (AI) pada solusi Akamai Guardicore Segmentation. Inovasi ini dirancang untuk mengubah fundamental cara organisasi merancang serta menerapkan kebijakan keamanan melalui pemanfaatan AI dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memahami perilaku aplikasi secara otomatis.

Dengan kemampuan menghasilkan kebijakan yang akurat dan siap pakai, solusi ini memungkinkan organisasi mempercepat upaya segmentasi secara signifikan sekaligus memperkuat pertahanan terhadap ancaman siber berbasis AI yang kian dinamis.

Ket. Foto: Akamai meluncurkan fitur AI terbaru pada Guardicore Segmentation untuk mempercepat penerapan keamanan Zero Trust. Solusi ini otomatisasi pembuatan kebijakan keamanan dan proteksi terhadap pergerakan lateral di lingkungan cloud serta hibrida. — Sumber: Akamai

“Di tengah lingkungan bisnis modern yang tidak lagi statis, beban kerja berkembang dengan sangat cepat. Tantangan utama muncul ketika aktor ancaman mampu melakukan pergerakan lateral lebih cepat daripada respons tim keamanan,” tulis Akamai melalui keterangannya baru-baru ini.

Berbeda dengan perangkat mikrosegmentasi konvensional yang kerap menyisakan keraguan dalam penegakan kontrol, fitur terbaru Akamai Guardicore Segmentation menghadirkan sistem penemuan berkelanjutan dan intelijen yang disesuaikan dengan kebutuhan spesifik pelanggan. Hal ini memungkinkan organisasi mengurangi permukaan serangan secara aman dengan pengurangan risiko yang terukur dalam skala besar.

Peningkatan terbaru ini mencakup fitur penemuan berkelanjutan yang memberikan visibilitas real-time sebagai fondasi kuat bagi kerangka kerja Zero Trust. Teknologi AI yang terintegrasi kini mampu memahami perilaku aplikasi secara mandiri, sehingga dapat menghasilkan serta menjelaskan kebijakan segmentasi dalam skala besar.

Sistem tersebut juga mampu mensimulasikan dampak kebijakan dan memvalidasi kesiapan sebelum benar-benar diterapkan, yang secara efektif mengurangi beban kerja manual serta risiko operasional bagi tim IT.

Selain itu, Akamai menekankan pentingnya penerapan berbasis bukti untuk memperluas jangkauan Zero Trust tanpa harus menambah jumlah personel secara drastis. Melalui analisis mendalam, organisasi dapat menghubungkan deteksi berbasis paparan dengan tindakan kebijakan yang dihasilkan oleh AI guna meminimalkan dampak serangan.

“Alur kerja juga kini semakin efisien dengan adanya portal khusus yang melibatkan pemilik aplikasi secara langsung dalam proses persetujuan, sehingga mengurangi hambatan operasional di tingkat perusahaan,” papar Akamai.

Senior Vice President sekaligus General Manager Enterprise Security Akamai, Ofer Wolf, menyatakan bahwa pengembangan inovasi ini didasarkan pada analisis terhadap lebih dari 500 proyek segmentasi. Menurutnya, wawasan tersebut menjadi panduan dalam menerapkan segmentasi berbasis AI di seluruh siklus pengendalian risiko, mulai dari tahap penemuan hingga respons cepat saat terjadi gangguan.

“Akamai Guardicore Segmentation sendiri dirancang khusus bagi organisasi yang mengelola infrastruktur hibrida, cloud, Kubernetes, hingga beban kerja AI yang membutuhkan perlindungan ketat terhadap serangan ransomware serta kepatuhan terhadap kedaulatan data,” terang Akamai.

Redaktur: Redaksi Koran Jakarta

Penulis: Haryo Brono

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.