Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Laporan UNCTAD 2026: Dampak Perang AS-Israel dan Iran Terhadap Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz

6 Jumat, 03 Apr 2026, 18:58 WIB | Oleh:
Laporan UNCTAD 2026: Dampak Perang AS-Israel dan Iran Terhadap Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Laporan UNCTAD 2026: Dampak Perang AS-Israel dan Iran Terhadap Lalu Lintas Kapal di Selat Hormuz Doc: ANTARA/Anadolu
Ket. Ilustrasi - Bendera PBB.

ISTANBUL - Jalur perdagangan maritim paling krusial di dunia, Selat Hormuz, mengalami kelumpuhan hampir total dengan penurunan lalu lintas mencapai 95 persen sejak pecahnya konflik antara aliansi AS-Israel dan Iran pada akhir Februari 2026.

Data terbaru dari Badan Perdagangan dan Pembangunan PBB (UNCTAD dan perusahaan intelijen Windward menunjukkan bahwa meskipun mulai terjadi peningkatan aktivitas pada awal April dengan 16 kapal melintas via Pulau Larak, angka tersebut masih jauh di bawah normal yang biasanya mencapai 130 kapal per hari.

Sebagai jalur yang mengalirkan seperempat minyak dunia, blokade Iran di selat ini sebagai respons atas serangan militer asing telah memicu ketidakpastian logistik global, memaksa banyak negara untuk bernegosiasi secara tertutup demi mengamankan pasokan energi dan komoditas penting lainnya.

"Kapal-kapal yang dikenai sanksi Barat mencakup 62 persen dari transit pada 1 April karena armada tanker bayangan Iran yang masuk bersiap untuk pemuatan lebih lanjut," catatnya.

Pola tersebut menunjukkan bahwa lebih banyak negara sedang bernegosiasi dengan Iran untuk mengamankan jalur bagi kapal melalui Selat Hormuz, meningkatkan kemungkinan bahwa volume transit dapat meningkat lebih lanjut dalam beberapa hari mendatang, kata Windward.

Meskipun meningkat, lalu lintas melalui selat tersebut masih jauh di bawah tingkat normal. UNCTAD mengatakan bahwa transit kapal melalui Hormuz turun dari sekitar 130 kapal per hari pada Februari, menjadi hanya 6 kapal pada Maret.

Penurunan sekitar 95 persen lalu lintas di Selat Hormuz menegaskan gangguan yang nyata sejak konflik dimulai dari serangan gabungan AS dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026.

Selat Hormuz adalah salah satu jalur maritim paling penting di dunia, yang dilintasi sekitar seperempat perdagangan minyak global melalui laut serta volume gas alam cair dan pupuk yang signifikan.

Sekitar 20 juta barel minyak dulunya melewati selat ini setiap hari, sebelum Iran memberlakukan blokade dan mengendalikan Selat Hormuz sebagai balasan atas serangan AS-Israel.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Angkatan Darat AS Berlatih Menggali Kuburan Massal untuk Skenario Perang dengan Banyak Korban
    Apa mungkin AS akan melakukan invasi darat ke ...
  • Satgas Penertiban Kawasan Hutan Selidiki Perusahaan AK, Jejak Hubungan dengan Oknum Aparat Didalami
    Ditanya siapa ak itu kq malah balik bertanya? ...
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Daerah 2027 Resmi Dibuka Kemenhaj, Cek Syarat dan Jadwalnya Disini!

05 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.