Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anggaran Membengkak, Pemerintah Didesak Segera Ubah Skema Subsidi Energi

📅 Kamis, 02 Apr 2026, 00:00 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Anggaran Membengkak, Pemerintah Didesak Segera Ubah Skema Subsidi Energi Doc: antara
Ket. Pemerintah perlu segera menggeser kebijakan subsidi energi, sebagai langkah antisipatif terhadap lonjakan tekanan fiskal akibat konflik global yang mendorong harga minyak dunia.

JAKARTA – Pemerintah perlu segera menggeser kebijakan subsidi energi, sebagai langkah antisipatif terhadap lonjakan tekanan fiskal akibat konflik global yang mendorong harga minyak dunia. Dengan asumsi harga minyak bertahan di kisaran 94 dollar AS per barel, beban subsidi berpotensi membengkak hingga 460 triliun rupiah, sehingga dapat menggerus ruang fiskal dan melemahkan kesehatan APBN.

Kondisi ini menunjukkan skema subsidi yang tidak adaptif terhadap dinamika harga global berisiko menciptakan tekanan berlipat, baik dari sisi pembiayaan maupun keberlanjutan fiskal. Karena itu, reformasi subsidi menjadi krusial untuk menjaga stabilitas anggaran sekaligus melindungi daya beli masyarakat secara lebih efektif. Reformasi tersebut dapat dilakukan melalui penajaman sasaran, pengendalian konsumsi, hingga pengalihan ke bantuan langsung.

Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa memperingatkan lonjakan harga minyak global berisiko besar membebani anggaran negara, mengingat setiap kenaikan 1 dollar AS per barel menimbulkan defisit APBN hingga 6,7 triliun rupiah. Simulasi IESR menunjukkan risiko pembengkakan anggaran subsidi hingga 460 triliun rupiah tahun ini jika harga rata-rata tertahan di angka 94 dolar AS per barel.

"Subsidi energi harus segera digeser dari subsidi berbasis komoditas menjadi subsidi langsung tepat sasaran bagi rumah tangga miskin untuk menghentikan kebocoran anggaran yang tidak efisien,"ucap Fabby di Jakarta, Rabu (1/4).

IESR juga mendorong reformasi subsidi dilakukan bertahap mulai 2027, dimulai dari sektor kelistrikan, sambil memperkuat transparansi data energi dan komunikasi publik untuk menjaga kepercayaan. Di saat yang sama, pemerintah perlu melanjutkan transisi energi, efisiensi, dan diversifikasi pasokan guna mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan meredam dampak volatilitas harga global.

IESR memandang pernyataan jaminan ketersediaan BBM memang tepat untuk meredam panic buying, namun kepercayaan publik hanya bisa dijaga jika pemerintah membuka data pasokan energi secara reguler dan jujur mengenai langkah antisipasi krisis.

"Masyarakat saat ini sangat sensitif terhadap kesenjangan antara klaim resmi dan realitas di lapangan. Oleh karena itu, komunikasi yang terbuka mengenai kondisi riil stok LPG dan BBM adalah kunci untuk mencegah spekulasi yang merugikan dan meningkatkan kepercayaan publik," ujar Fabby.

Pembatasan BBM

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Arilangga Hartarto menyatakan pemerintah memberlakukan pembatasan pembelian BBM bersubsidi jenis Pertalite untuk kendaraan roda empat sebesar 50 liter per hari. Selain itu, lanjutnya, pemerintah juga menjamin ketersediaan BBM di dalam negeri dalam kondisi terjaga.

"Perlu ditekankan kepada masyarakat bahwa kondisi perekonomian nasional tetap stabil dengan fundamental yang kokoh. Stok BBM nasional dalam kondisi aman dan stabilitas fiskal tetap terjaga. Untuk itu kebijakan berikut ini diambil agar masyarakat tetap tenang dan tetap produktif," ucap Airlangga dalam konferensi pers, Selasa (31/3). ers/E-10

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

25 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Daerah
Anggaran PUPR Karawang Masi...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.