Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Siap-Siap Liburan, NTB Gebrak 2026 dengan 69 Event Pariwisata Spektakuler

📅 Selasa, 31 Mar 2026, 02:40 WIB | Oleh:
Siap-Siap Liburan, NTB Gebrak 2026 dengan 69 Event Pariwisata Spektakuler Doc: ANTARA/Nur Imansyah
Ket. Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), Ahmad Nur Aulia.

MATARAM - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) resmi meluncurkan Calendar of Event (CoE) 2026 dengan total 69 agenda pariwisata yang tersebar di 10 kabupaten dan kota sepanjang tahun.

Kepala Dinas Pariwisata NTB, Ahmad Nur Aulia, mengungkapkan bahwa strategi kolaboratif ini menargetkan kunjungan 2,55 juta wisatawan sesuai mandat RPJMD. Dari puluhan agenda tersebut, empat festival budaya unggulan seperti Festival Rimpu Mantika dan Maulid Bayan berhasil menembus kurasi Kharisma Event Nusantara (KEN) Kementerian Pariwisata, yang diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif serta meningkatkan lama tinggal wisatawan di Bumi Gora.

"Totalnya ada 69 kegiatan," ujarnya di Mataram, Senin.

Ia mengungkapkan, dari 69 agenda pariwisata NTB itu, empat di antaranya masuk dalam program Kharisma Event Nusantara (KEN) dari Kementerian Pariwisata. Empat agenda pariwisata NTB masuk KEN itu, yakni Festival Rimpu Mantika Kota Bima, Alunan Budaya Pringgasela Lombok Timur, Gili Festival dan Maulid Bayan di Kabupaten Lombok Utara.

"Ini yang dikurasi oleh Kemenpar untuk masuk KEN 2026 oleh pemerintah pusat," kata Aulia.

Menurutnya penyusunan kalender event dilakukan secara kolaboratif dengan pelaku industri pariwisata, Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) NTB, serta dinas pariwisata kabupaten/kota.

"Agenda pariwisata ini milik kita semua. Cuman kedapatan daerahnya ada di masing-masing kabupaten dan kota. Bukan milik ini dan itu, karena kita bicara agenda pariwisata, desa pun ada punya," ucapnya.

Aulia berharap kehadiran 69 agenda pariwisata ini berdampak pada tingkat kunjungan dan lama tinggal wisatawan ke NTB. Hal ini sejalan dengan target jumlah kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara pada tahun 2026 sebanyak 2,55 juta lebih sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

"Sesuai dengan target kita di RPJMD yang sudah ditetapkan itu ada sebanyak 2,550 juta orang kunjungan wisatawan datang ke NTB," ujar Aulia.

Aulia optimistis jumlah kunjungan wisatawan tersebut akan terus tumbuh seiring dengan penguatan destinasi, akomodasi, promosi, dan dukungan konektivitas transportasi baik udara, darat, dan laut. Termasuk, keterlibatan seluruh pelaku wisata, asosiasi, UMKM, dan masyarakat.

"Ini menjadi ikhtiar kita bersama, bahwa kunjungan wisatawan tidak hanya bicara target semata. Tetapi, bagaimana dunia pariwisata dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan ekonomi di daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.