Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BMKG: Banjir Rob Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Pesisir Kepulauan Riau pada 1–12 April

📅 Senin, 30 Mar 2026, 09:07 WIB | Oleh: Tim Penulis
BMKG: Banjir Rob Berpotensi Terjadi di Sejumlah Wilayah Pesisir Kepulauan Riau pada 1–12 April Doc: ANTARA
Ket. Suasana rumah dan dermaga di perairan Pulau Pemping di Batam, Kepri.

BATAM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi banjir pesisir (rob) yang diperkirakan terjadi pada 1 hingga 12 April 2026 di sejumlah wilayah pesisir Kepulauan Riau, khususnya di Kabupaten Bintan dan Lingga.

Kepala Stasiun Meteorologi Hang Nadim Batam, Ramlan, mengatakan potensi banjir rob terjadi karena fenomena fase bulan purnama pada 2 April 2026 dan berpotensi meningkatkan ketinggian air laut maksimum.

“Berdasarkan pantauan data water level dan prediksi pasang surut, masyarakat pesisir diimbau waspada terhadap potensi banjir pesisir pada periode tersebut,” ujarnya saat dikonfirmasi di Batam, Senin (30/3).

Wilayah yang dinilai paling rawan terdampak antara lain pesisir Kecamatan Singkep Barat, Singkep Pesisir, dan Senayang di Kabupaten Lingga.

Sementara di Kabupaten Bintan meliputi pesisir Kecamatan Bintan Utara, Teluk Sebong, dan Bintan Timur.

Ramlan menjelaskan, potensi banjir pesisir ini dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat di kawasan pesisir, mulai dari kegiatan bongkar muat di pelabuhan, aktivitas warga di permukiman pesisir, hingga kegiatan tambak garam dan perikanan darat.

“Secara umum, aktivitas masyarakat di sekitar pelabuhan dan pesisir berpotensi terganggu akibat kenaikan muka air laut,” katanya.

BMKG Batam juga menyebut puncak pasang maksimum diperkirakan terjadi pada pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan pada rentang waktu tersebut.

Sebagai langkah antisipasi, BMKG Batam telah menyampaikan imbauan melalui berbagai kanal, termasuk media sosial dan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat.

“Kami sudah menyampaikan peringatan dini kepada pemerintah daerah dan masyarakat, terutama yang beraktivitas di perairan seperti nelayan dan warga pesisir agar lebih berhati-hati dan waspada,” ujar Ramlan.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau informasi resmi BMKG Batam serta menyesuaikan aktivitas harian dengan kondisi pasang surut air laut.

BMKG Batam berharap peringatan dini ini dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir di wilayah rawan banjir rob itu.

Like, Share, Comment:

Komentar (3)

Sulselse Call2
Sulselse Call2
01 Apr 2026, 09:25 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Sulselse Call2
Sulselse Call2
01 Apr 2026, 09:25 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Sulselse Call2
Sulselse Call2
01 Apr 2026, 09:26 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Luar Negeri
Sekjen PBB Soroti Tantangan...
Advertisement
Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

Antrean Menyusut Jadi 0,5 Kilometer, Layanan Ketapang–Gilimanuk Makin Terkendali

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.