Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Anda Ingin Kembali Rutin Olahraga Usai Bulan Puasa? Persiapkan Hal Ini Agar Tak Cedera

📅 Senin, 30 Mar 2026, 18:18 WIB | Oleh:
Anda Ingin Kembali Rutin Olahraga Usai Bulan Puasa? Persiapkan Hal Ini Agar Tak Cedera Doc: ANTARA/Nabila Charisty
Ket. Salah satu gerakan squat ringan yang menyesuaikan fase proses pemulihan cedera dialami pasien.

JAKARTA - Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga lulusan Universitas Indonesia dr. Antonius Andi Kurniawan Sp.KO membeberkan hal-hal yang perlu dipersiapkan untuk merutinkan kembali aktivitas berolahraga usai menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

"Untuk menghindari cedera dan kelelahan berlebih, individu perlu melakukan transisi bertahap," kata Andi saat dihubungi wartawan di Jakarta, Senin (30/3).

Andi menyampaikan hal pertama yang perlu diperhatikan adalah melakukan evaluasi kondisi fisik. Masyarakat diimbau untuk tidak langsung menggunakan beban atau durasi waktu latihan yang sama dengan sebelum Ramadan.

Intensitas beban dan waktu yang disarankan dapat dimulai sebesar 50 sampai 70 persen dari kapasitas maksimal sebelumnya pada minggu pertama.

Individu yang akan memulai olahraga juga dianjurkan untuk menerapkan prinsip progressive overload, yakni meningkatkan beban latihan secara bertahap. Dia merekomendasikan untuk menaikkan beban sekitar 10 persen per minggu.

Berikutnya yakni melakukan pemanasan yang adekuat, dengan berfokus mobilitas sendi dan aktivasi otot guna mempersiapkan sistem saraf pusat.

Pastikan juga untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh sebanyak dua sampai tiga liter air per hari dan pola tidur harus kembali teratur dari 7 sampai 9 jam per hari untuk memaksimalkan proses pemulihan otot ketika tertidur.

Andi turut menyampaikan bahwa mengurangi beban atau volume latihan saat berpuasa sangat wajar bagi pihak yang bersangkutan. Hal ini sering disebut sebagai strategi maintenance (pemeliharaan).

Ia menjelaskan secara medis jika terjadi penurunan aktivitas fisik yang signifikan selama 2 sampai 4 minggu, tubuh dapat mengalami detraining effect.

Berdasarkan studi dalam Journal of Sports Sciences, kapasitas aerobik (VO2 max) dan kekuatan otot bisa mengalami penurunan ringan. Namun, karena durasi Ramadhan hanya satu bulan, penurunan ini biasanya tidak permanen dan dapat dipulihkan dengan cepat berkat mekanisme muscle memory.

Dihubungi secara terpisah, Dokter Spesialis Kesehatan Olahraga dr. Andhika Raspati Sp.KO turut membenarkan bahwa masyarakat tidak perlu terburu-buru untuk mencapai target atau kembali menerapkan porsi berolahraga setelah bulan Ramadan.

Dokter lulusan Universitas Indonesia itu menyarankan agar masyarakat menaikkan beban secara perlahan, agar tubuh tidak kaget dan mengalami cedera pada bagian otot atau sendi secara tiba-tiba.

Misalnya, bagi individu yang gemar berolahraga lari dan biasanya mampu berlari sejauh 5 kilometer, Andhika menyarankan untuk memulai kembali dengan jarak yang lebih pendek yakni 3 kilometer sebagai langkah awal.

Sementara bagi yang gemar mengangkat beban semula dengan berat 10 kilogram, dia menganjurkan perlahan menggunakan beban 7,5 kilogram terlebih dahulu.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.