33 Ribu Kendaraan Padati Tol Cipali
Senin, 30 Mar 2026, 03:17 WIBSubang - Pengelola Tol Cipali mencatat sekitar 33 ribu kendaraan telah melintasi ruas tol tersebut menuju arah Jakarta selama sebelas jam pada arus balik Lebaran, Minggu (29/3).
Sustainability Management & Corporate Communications Dept. Head Astra Tol Cipali, Ardam Rafif Trisilo dalam keterangannya di Subang, Minggu, menyampaikan saat ini arus lalu lintas one way di ruas Tol Cipali terpantau lancar di kedua jalur.
Berdasarkan data periode pukul 00.00 WIB hingga 11.00 WIB, tercatat sekitar 33 ribu kendaraan telah melintasi ruas Tol Cipali menuju arah Jakarta.
Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 10 persen dibandingkan periode yang sama pada hari sebelumnya, dengan rata-rata sekitar 3.000 kendaraan per jam yang melintasi eks Gerbang Tol Cikopo menuju arah Jakarta.
Ia mengatakan untuk mendukung kelancaran dan keselamatan pengguna jalan, Astra Tol Cipali menyiagakan layanan operasional gratis 24 jam bagi pengguna jalan.
Layanan operasional tersebut, di antaranya 10 unit patroli, 12 unit derek dan tujuh unit derek tambahan, enam unit rescue serta lima unit ambulans
Astra Tol Cipali mengimbau pengguna jalan untuk tetap mematuhi rambu dan arahan petugas, serta tidak melakukan perpindahan jalur maupun u-turn selama rekayasa lalu lintas one way berlangsung.
Apabila pengguna jalan perlu berganti jalur, disarankan untuk keluar melalui gerbang tol terdekat dan melanjutkan perjalanan dengan masuk kembali ke jalur yang dituju tanpa dikenakan tambahan tarif.
Astra Tol Cipali juga mengingatkan seluruh pengguna jalan untuk memastikan kondisi kendaraan dan pengemudi dalam keadaan prima.
Pengguna jalan diimbau untuk tidak memaksakan diri berkendara apabila merasa lelah atau mengantuk, serta memanfaatkan rest area untuk Âberistirahat.
Masih Padat
Secara terpisah, Anggota DPRD Jawa Barat Daddy Rohanady menilai pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026 di Jabar, saat ini berjalan cukup baik meski masih terjadi kepadatan arus lalu lintas di sejumlah titik, termasuk di wilayah Cirebon.
Menurut dia, aparat kepolisian bersama Dinas Perhubungan (Dishub) di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota telah bekerja maksimal dalam mengatur lalu lintas selama periode tersebut.
âSecara umum saya kira aparat kepolisian dan kawan-kawan Dishub, baik provinsi maupun kabupaten/kota, sudah bekerja maksimal,â kata Daddy di Cirebon, Minggu.
Ia mengatakan, kepadatan yang masih terjadi di beberapa ruas jalan, merupakan bagian dari dinamika arus mudik dan balik Lebaran yang hampir selalu terjadi setiap tahun.
Kepadatan lalu lintas tersebut, kata dia, tidak terlepas dari tingginya jumlah kendaraan yang digunakan masyarakat saat melakukan perjalanan. Daddy menjelaskan Jabar memiliki jumlah penduduk yang sangat besar, sehingga pergerakan masyarakat pada masa Lebaran juga meningkat signifikan.
Ia menyebut, jumlah penduduk Jabar mencapai sekitar 51 juta jiwa, sehingga meskipun hanya sebagian yang melakukan perjalanan mudik, jumlah kendaraan di jalan tetap sangat banyak. âKendaraan yang digunakan pemudik pun beragam, mulai dari sepeda motor hingga mobil pribadi,â ujarnya.
Kondisi itu, lanjut dia, membuat kemacetan di sejumlah jalur mudik menjadi konsekuensi yang sulit dihindari. Ant/and
Redaktur: Andes Tanjung
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Arus Balik Pemudik di Stasiun Daop 4 Semarang
-
Menghindari Kepadatan Arus Balik Pemudik Memanfaatkan WFA
-
49 Persen Pemudik dari Sumatra Telah Kembali ke Pulau Jawa
-
Stasiun Bandung Dipadati Penumpang pada Puncak Arus Balik Lebaran 2026
-
Pemudik membawa motor di dalam bagasi bus
-
Puncak Arus Balik Diprediksi Terjadi pada H+7 Lebaran
-
Penerapan Skema TBB untuk Mengatasi Antrean Kendaraan Arus Balik di Pelabuhan Bakauheni
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.