Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ribuan Korban Bencana Sumatera Siap Tempati Rumah Permanen Tahun Ini

📅 Jumat, 27 Mar 2026, 13:10 WIB | Oleh:
Ribuan Korban Bencana Sumatera Siap Tempati Rumah Permanen Tahun Ini Doc: Istimewa
Ket. Pemerintah pusat terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera. Langkah ini dilakukan agar warga tidak berlama-lama tinggal di hunian sementara (huntara) yang bersifat darurat.

JAKARTA - Pemerintah pusat terus mempercepat pembangunan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera. Langkah ini dilakukan agar warga tidak berlama-lama tinggal di hunian sementara (huntara) yang bersifat darurat.

Percepatan tersebut ditegaskan Menteri Dalam Negeri yang juga menjabat sebagai Ketua Satuan Tugas percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana Sumatera saat meninjau lokasi pembangunan di Tapanuli Utara. Kegiatan ini turut didampingi Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.

Peninjauan dilakukan di Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting, yang menjadi salah satu lokasi pembangunan hunian tetap bagi masyarakat terdampak. Pemerintah memastikan proses pembangunan sudah memasuki tahap percepatan setelah fase hunian sementara hampir rampung.

"Ini memang sudah tahapnya, tahap huntara sudah hampir selesai. Jadi sudah mulai masuk ke tahap sudah digenjot percepatan huntap semua," jelas Mendagri.

Pembangunan hunian tetap dilakukan melalui dua skema utama, yakni in-situ dan komunal. Pada skema in-situ, masyarakat dapat membangun rumah secara mandiri di lokasi yang dinyatakan aman dengan dukungan pendanaan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Bantuan yang diberikan sebesar Rp60 juta per unit dan dicairkan dalam dua tahap. Selain membangun sendiri, masyarakat juga memiliki opsi menyerahkan proses pembangunan kepada pemerintah melalui BNPB.

"Di Aceh, saya diskusi dengan Kepala BNPB kemarin, hampir kira-kira 15 ribu dari 26 ribu itu adalah yang in-situ. Baik yang BNPB bangun atau yang bangun sendiri, dengan diberikan uang oleh BNPB," ujarnya.

Sementara itu, skema komunal dilakukan dengan membangun hunian dalam satu kawasan yang lahannya disediakan pemerintah daerah. Proses pembangunan dilakukan oleh Kementerian PKP dengan dukungan berbagai pihak, termasuk lembaga non-pemerintah.

Salah satu contoh penerapan skema ini berada di Tapanuli Utara yang mendapat dukungan dari Yayasan Buddha Tzu Chi. Lembaga tersebut membangun ribuan unit huntap di sejumlah provinsi terdampak bencana.

Secara keseluruhan, Yayasan Buddha Tzu Chi membangun 2.603 unit hunian tetap yang tersebar di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Rinciannya meliputi 1.000 unit di Aceh, 1.103 unit di Sumatera Utara, serta 500 unit di Sumatera Barat.

Khusus di Kabupaten Tapanuli Utara, pembangunan mencakup 103 unit hunian tetap bagi masyarakat terdampak. Program ini diharapkan dapat segera mengakhiri masa tinggal warga di hunian sementara.

Bupati Tapanuli Utara Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat memastikan lahan yang digunakan merupakan aset pemerintah daerah. Lahan tersebut telah mendapat persetujuan DPRD serta dilengkapi sertifikat resmi untuk menjamin legalitasnya.

Saat ini, pemerintah daerah juga tengah menyiapkan perjanjian hukum agar kepemilikan hunian dapat diserahkan kepada masyarakat penerima manfaat. Hal ini dilakukan untuk memberikan kepastian hukum bagi warga.

Upaya percepatan pembangunan hunian tetap ini turut melibatkan berbagai lembaga lintas sektor. Koordinasi dilakukan bersama Kementerian Pekerjaan Umum, PT PLN, pemerintah provinsi, Badan Pusat Statistik, serta BNPB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

10 Event Jakarta Akhir Pekan 17-18 Oktober: Ada Synchronize Festival hingga BABYMONSTER

16 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.