Jepara Kembali Diterjang Longsor, Akses Jalan ke Desa Tempur Tertutup Material Batu dan Tanah

Jumat, 27 Mar 2026, 15:43 WIB

JEPARA, JAWA TENGAH - Bencana tanah longsor kembali terjadi di Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah (Jateng), hingga menutup total akses Jalan Damarwulan-Tempur, yang merupakan longsor susulan setelah sebelumnya sempat terjadi di wilayah tersebut.

Menurut Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara Arwin Noor Isdiyanto di Jepara, Jumat, bencana tanah longsor terjadi pada Kamis (26/3) sekitar pukul 10.00 WIB.

Ket. Foto: Kondisi tanah longsor di Jalan Damarwulan–Tempur, tepatnya setelah tanjakan Leki, Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Jumat (27/3). — Sumber: ANTARA/HO. Pemkab Jepara.

Lokasi kejadian berada di ruas Jalan Damarwulan–Tempur, tepatnya setelah tanjakan Leki, Desa Damarwulan.

"Penyebab longsor dipicu hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam beberapa hari terakhir, ditambah kondisi tanah yang labil," ujarnya.

Ia menjelaskan longsoran berasal dari tebing setinggi sekitar 100 meter dengan lebar sekitar tiga meter. Material berupa tanah dan bebatuan menutup seluruh badan jalan, sekaligus menyebabkan kerusakan pada ruas jalan utama tersebut.

Akibat kejadian ini, lanjutnya, akses utama dari Damarwulan menuju Desa Tempur tidak dapat dilalui. Untuk sementara jalur tersebut ditutup total demi keselamatan pengguna jalan.

Sebagai alternatif, kata dia, masyarakat Desa Tempur yang hendak beraktivitas diarahkan melalui jalur Kaliombo–Rimong via Desa Medani, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati. Namun jalur tersebut memiliki jarak yang lebih jauh serta kondisi jalan yang sempit dan banyak tikungan tajam.

BPBD bersama instansi terkait telah melakukan sejumlah langkah penanganan, antara lain asesmen ke lokasi kejadian, koordinasi lintas instansi, pengerahan sumber daya darurat, serta pelaporan kepada pimpinan. Kebutuhan mendesak saat ini adalah alat berat untuk mempercepat proses pembersihan material longsor.

Camat Keling Lulut Andi Ariyanto menambahkan longsor yang terjadi merupakan longsor susulan setelah bencana longsor sebelumnya pada Selasa (10/3) pukul 21.30 WIB, sehingga jalur masih ditutup untuk mengantisipasi potensi longsor susulan.

"Petugas BPBD bersama warga sudah melakukan pengecekan ke atas lokasi untuk memastikan keamanan alat berat yang akan digunakan," katanya.

Ia juga sudah berkoordinasi dengan Camat Cluwak dan Kepala Desa Medani terkait penggunaan jalur alternatif. Selain itu muncul usulan agar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati turut mendorong pelebaran jalan Rimong–Kaliombo yang selama ini dikenal sempit dan rawan karena tikungan tajam.

Pihaknya juga mengupayakan keterlibatan relawan Desa Tempur untuk membantu pengamanan di titik-titik rawan, khususnya pada turunan dan tikungan tajam yang hanya dapat dilalui satu kendaraan.

Sementara itu kondisi cuaca di lokasi pada Jumat (27/3) pagi hingga pukul 10.00 WIB dilaporkan cerah. Meski demikian masyarakat tetap diimbau waspada terhadap potensi longsor susulan mengingat kondisi tanah yang masih labil. Ant

Redaktur: Koran Jakarta

Penulis: Opik

Berita Terbaru

Libur Panjang HUT Ke-81 RI, Wisatawan Padati Kawah Sikidang Dieng

Pascagempa NTT, PLN: 429 Gardu Listrik Sudah Pulih dan Kembali Beroperasi

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Kemkomdigi Pantau Pemulihan Layanan Seluler

Trump Segera Deklarasikan Selat Hormuz sebagai "Wilayah" AS

Wapres Gibran Sampaikan Duka atas Bencana Gempa M7,7 di NTT, Pastikan Penanganan Maksimal

TNI-Polri dan Pemprov DKI Gelar Aksi Bersih Sungai dan Bantaran di 11 Lokasi

Pertamina Turunkan Harga LPG Bright Gas 5,5 Kg dan 12 Kg Mulai Hari Ini

Semarak HUT ke-81 RI, SariWangi Hadirkan Pesta Rakyat dan Lomba Gapura di Berbagai Daerah

Gempa dengan Magnitudo 7,7 Picu 111 Gempa Susulan! Ini Imbauan Terbaru BMKG

Masa Depan 'X-Men': Marvel Ungkap Deretan Bintang Para Mutan Profesor Xavier

Pilihan Pelancong Dunia, Vietjet Dinobatkan sebagai Maskapai dengan Seragam Awak Kabin Terbaik

Kekeringan Melanda Natuna, Polres Salurkan 8.000 Liter Air Bersih untuk Warga dan Sekolah.

Jembatan Garuda di Tanah Laut Resmi Dimanfaatkan, Warga Kini Lebih Mudah Beraktivitas.

Kampanye “Berani Bicara Berat” Tegaskan Obesitas Sebagai Penyakit Kronis

HUT ke-81 RI, Dedi Mulyadi Pastikan Upacara di Gedung Sate Sekaligus Buka Hasil Revitalisasi.

Sikap Siap Hormat! Prajurit Marinir Kibarkan Merah Putih di Puncak Menara Telkomsel 74 Meter.

Gubernur Aceh Muzakir Manaf Ajak Warga Rawat Perdamaian dengan Semangat Persaudaraan.

KSOP Ternate Minta Warga Laporkan Petugas yang Terlibat Pungli Pembayaran Bagasi.

Hati-hati! Obesitas Bukan Cuma Soal Penampilan, Ini Masalah Kesehatan Serius!

Rusak 10 Tahun, Bendung Irigasi Ampek Jirek Padang Pariaman Direhabilitasi Rp979,6 Juta.

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.