Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

120 Rumah Baru Langsung Diserahkan, Penanganan Bencana di Tapanuli Selatan Paling Cepat

📅 Jumat, 27 Mar 2026, 18:05 WIB | Oleh:
120 Rumah Baru Langsung Diserahkan, Penanganan Bencana di Tapanuli Selatan Paling Cepat Doc: Istimewa
Ket. Pemerintah menyerahkan sebanyak 120 unit hunian tetap (huntap) tahap pertama kepada korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Penyerahan ini menjadi bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.

JAKARTA - Pemerintah menyerahkan sebanyak 120 unit hunian tetap (huntap) tahap pertama kepada korban bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Penyerahan ini menjadi bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatera.

Dalam kegiatan tersebut, Menteri Dalam Negeri yang juga menjabat sebagai Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera menilai proses pembangunan di Tapanuli Selatan tergolong sangat cepat. Kecepatan ini disebut menjadi salah satu yang terbaik dibanding daerah lain.

"Nah, ini termasuk gotong royong tercepat, tercepat saya sampaikan ini. Paling cepat," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa percepatan pembangunan huntap bergantung pada tiga tahapan utama yang saling berkaitan. Tahap pertama dimulai dari kemampuan pemerintah daerah dalam menyusun data korban secara rinci dan akurat.

Pendataan tersebut dilakukan berbasis nama dan alamat lengkap serta tingkat kerusakan rumah. Data ini kemudian diverifikasi di lapangan oleh Badan Pusat Statistik sebelum masuk tahap pembangunan.

Tahap berikutnya melibatkan kolaborasi lintas instansi, termasuk Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Selain itu, pihak nonpemerintah seperti Yayasan Buddha Tzu Chi juga turut berkontribusi.

Kecepatan proses ini turut didukung oleh langkah cepat Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan dalam menyerahkan data korban. Data yang lengkap dari kategori kerusakan ringan hingga berat mempercepat proses verifikasi dan penyaluran bantuan.

"Itu juga karena data dari Pak Bupati yang diserahkan dengan cepat," jelasnya.

Selain hunian tetap, pemerintah juga menyalurkan berbagai bantuan lain kepada warga terdampak. Bantuan tersebut mencakup dana tunggu hunian sebesar Rp1,8 juta untuk tiga bulan selama masa pengungsian.

Warga juga menerima bantuan jaminan hidup dari Kementerian Sosial sebesar Rp15.000 per orang per hari. Selain itu, diberikan bantuan perabot rumah tangga sebesar Rp3 juta serta stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta.

Keberhasilan penanganan di Tapanuli Selatan dinilai dapat menjadi contoh bagi daerah lain. Pemerintah mendorong kepala daerah di wilayah terdampak untuk meniru sistem pendataan yang cepat dan akurat.

"Makin cepat kami terima, makin cepat BPS untuk melakukan verifikasi lapangan, makin cepat, maka BNPB bisa bergerak," ujarnya.

Sebagai informasi, pembangunan huntap dilakukan melalui tiga skema berbeda sesuai kondisi masyarakat. Skema tersebut meliputi pembangunan in situ oleh BNPB, pembangunan komunal oleh Kementerian PKP, serta relokasi mandiri.

Dengan pendekatan ini, pemerintah berharap proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih efektif. Penanganan yang cepat diharapkan mampu mengurangi beban masyarakat terdampak secara signifikan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Belajar merangkai kain batik di Semarang

40 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Ekonomi
Digitalisasi ekonomi melalu...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.