Jangan Sampai Tercecer, Bansos ke Bencana Sumatera Harus Dikawal

Kamis, 26 Mar 2026, 12:36 WIB

JAKARTA – Orang Indonesia sering mengeklaim diri kaum beragama. Tapi bantuan sosial untuk orang korban bencana pun kerap ditilep. Maka, agar bantuan sampai kepada mereka yang berhak, Kementerian Sosial mengerahkan seluruh pilar sosial, mulai dari pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Taruna Siaga Bencana (Tagana), hingga Karang Taruna mengawal penyaluran bantuan bagi korban bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat.

Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf saat ditemui di Jakarta, Kamis, menyatakan bahwa pendampingan tersebut dilakukan secara menyeluruh guna memastikan bantuan tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu, mulai dari proses penerimaan, pemanfaatan hingga pelaporan.

Ket. Foto: bansos dikawal — Sumber: ist

"Kami minta pilar-pilar sosial mendampingi prosesnya agar semua bisa dilaporkan. Apa yang disalurkan harus bisa dipertanggungjawabkan, karena Kemensos diaudit oleh BPKP dan BPK. Jika tidak terserap tepat waktu, anggaran akan kembali ke kas negara," kata dia.

Terkait realisasi dana bantuan adaptif korban bencana, Saifullah mengungkapkan saat ini terdapat sisa anggaran sekitar Rp200 miliar yang sedang dalam proses pencairan. Dana tersebut merupakan bagian dari total anggaran senilai Rp2 triliun yang dialokasikan untuk penanganan dampak bencana.

Sejauh ini, Kemensos telah memverifikasi data 75.000 keluarga penerima manfaat (KPM) yang dinyatakan valid dan siap menerima salur. Selain itu, terdapat 270.000 lebih penerima manfaat individu yang terverifikasi untuk mendapatkan bantuan jaminan hidup (jadup).

"Sekitar Rp700 miliar sudah diterima oleh penerima manfaat. Sisa Rp200 miliar lebih sedang proses, mudah-mudahan minggu depan sudah bisa diterima oleh masyarakat terdampak," ujarnya.

Dalam mekanisme penyaluran, Kemensos bekerja sama dengan PT Pos Indonesia melalui tiga skema, yakni pengambilan langsung di kantor pos, penyaluran berbasis komunitas di kantor camat atau desa, serta layanan antar ke rumah atau door-to-door khusus bagi penyandang disabilitas dan lansia.

Saifullah menegaskan keterlibatan kantor desa atau kecamatan hanya sebatas penyediaan tempat, sementara proses distribusi tetap dilakukan sepenuhnya oleh petugas PT Pos.

  • bantuan korban bencana

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Aloysius Widiyatmaka

Berita Terbaru

Thailand Hentikan Laju Tim Bola Voli Putri Indonesia

Luis Enrique Peringatkan PSG: Jangan Terlena, Harus Keluar dari Zona Nyaman

Spalletti Tuntut Lebih dari Kolo Muani Usai Juventus Hanya Menang Tipis

Selandia Baru Susul Australia, Anak di Bawah 16 Tahun Terancam Dilarang Bermedia Sosial

Pertarungan Perebutan Kursi Presiden FIFA Memanas, Ceferin Prediksi Infantino Bakal Dapat Penantang

Review Lioness S3E4: Misi Penyelamatan Gagal yang Paksa CIA Langgar Garis Merah

Hari Berenang Khusus Anak Kulit Hitam di Kolam Renang Berlin Batal setelah Diwarnai Polemik Rasial

Usai Gempa M7,7 NTT: Retakan 100 Meter Muncul di Kawah Gunung Kelimutu

Pengunjung Bromo Diserang Hipotermia, Prajurit Marinir Beri Pertolongan Pertama

Berenang di Danau, Bocah 8 Tahun di Louisiana Meninggal akibat Amuba Pemakan Otak

Dibangun Bersama Guru Disabilitas, Papan Tulis AI Buatan Siswa Bandung Raih Juara Google

Pertamina Lubricants Layani Ganti Oli Gratis untuk 1.000 Pengemudi Ojol

Atas Perintah Presiden Prabowo, Menhut Raja Antoni Turun Langsung Tangani Karhutla Kalbar.

Atasi Kekeringan di Lamongan, PU Normalisasi 1,6 KM Sungai & Kerahkan Pompa

Ekosistem Terbuka Dinilai Penting untuk Memperluas Penerapan Agentic AI

Genjot Literasi Pajak Generasi Muda, IKPI Gelar Lomba Cerdas Cermat Nasional

Rumah Sekunder Makin Terjangkau secara Riil, tetapi Stok Hunian Kian Terbatas

Trump Sebut Iran “Runtuh Total”, AS Siapkan “D-Day Ekonomi” untuk Teheran

81 Miles for Indonesia, XLSmart Hubungkan Negeri lewat 5G dan Semangat Berbagi

Kelola Penuaan Kulit secara Personal dengan Pendekatan Perawatan Berlapis

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.