Warganet Apresiasi Stabilitas Harga BBM di Indonesia
Rabu, 25 Mar 2026, 21:10 WIBJAKARTAÂ - Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai negara melonjak akibat penutupan Selat Hormuz menyusul konflik antara Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Di Vietnam misalnya, harga BBM telah melonjak lebih dari dua kali lipat sejak 26 Februari 2026.
Demikian juga di Singapura, kenaikan harga BBM memicu tekanan ekonomi bagi masyarakat dan sektor transportasi di negara tersebut. Di Malaysia, harga BBM nonsubsidi telah naik beruntun dalam dua pekan terakhir.
Sementara di Indonesia, hingga saat ini harga BBM subsidi maupun nonsubsidi masih belum mengalami perubahan. Salah satu pengguna Threads, Aldilo Vieriansyahela (@bodrexinn_), memuji kebijakan pemerintah menjaga stabilitas harga BBM.
Alhasil masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan tenang dan nyaman. "Hebat ya Bahlil (Menteri ESDM), harga BBM enggak naik," ujar dia, dikutip pada Kamis (25/3).
Warganet lain, getirrr (@gett.irr7), juga memberikan apresiasi. Tak hanya harga BBM, pemerintah juga menjaga stabilitas harga pangan.
"Iya, patut diapresiasi bukan cuma Bahlil. Tapi pemerintahan bisa mengendalikan harga BBM dan bahan pangan yang biasanya setiap Ramadan maupun Idulfitri harga bahan pokok cenderung naik," kata dia.
Julia Fantoni (@julia_fantoni) menuturkan bahwa dirinya tengah berada di Thailand. Di sana, harga BBM telah bergejolak, berbeda dengan di Indonesia. "Aku lagi di Thailand dan di sini harga bensin naik gila. Dan stok sudah mulai kosong kata guide-ku," ucap dia.
rroonnaay (@rroonnaay) turut menanggapi. Menurut dia, pemerintah memahami bahwa dalam situasi Lebaran seperti ini, kenaikan harga BBM bakal menimbulkan efek besar. "Hal ini memang patut diapresiasi, artinya Bahlil atau pemerintah secara keseluruhan punya rasa empati yang besar," kata dia.
Ia juga mengajak masyarakat untuk memahami situasi sulit saat ini. Pemerintah tentu mengambil keputusan dengan mempertimbangkan berbagai aspek. Menghadapi situasi yang tidak ideal, kadang pemerintah harus mengambil keputusan yang terbaik di antara pilihan-pilihan yang buruk.
"Nanti setelah momen Lebaran selesai, jangan hujat Bahlil ataupun pemerintah ya kalau harga BBM naik. Negara se-Asia tenggara itu sudah naikin harga BBM-nya, Indonesia belum."
âDengan kondisi politik dunia yang lagi begini dan harga minyak dunia yang enggak karuan, menaikan harga BBM itu suatu kebijakan yang sangat logis, realistis, demi menjaga kestabilan APBN juga. Mode hemat ya, kurangi konsumsi BBM (dampaknya impor BBM bisa ditekan), jangan panic buying." ils/I-1
Redaktur: Ilham Sudrajat
Penulis: Ilham Sudrajat
Berita Terkait:
-
Bupati Donggala: Sejumlah Wilayah Diprediksi Rawan Banjir dan Longsor Akhir 2025
-
KPK: Modus Korupsi Kepala Daerah Berulang, Terungkap dari 10 OTT 2025–2026
-
16 Jadi Korban Kebakaran Panti Werdha Damai Manado, 15 di Antaranya Tak Dapat Dikenali
-
Pemprov Babel Bantu Umat Konghucu Rayakan Imlek guna Perkuat Kerukunan
-
Google Siapkan Fitur Avatar 3D di Gemini Android, Wajah Digital Siap Gantikan Kamera Asli
-
Undian Malaysia Open 2026: Wakil Indonesia Hadapi Tantangan Sejak Awal
-
Dirugikan Lembaga Keuangan? OJK Resmi Bikin Aturan Gugatan Konsumen
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.