Pulihkan Ekonomi Petani, 146 Sungai Terdampak Bencana di Sumatera Segera Dinormalisasi
Rabu, 25 Mar 2026, 21:15 WIBJAKARTA - Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) pascabencana Sumatera menempatkan normalisasi sungai sebagai prioritas utama dalam fase pemulihan jangka panjang. Langkah ini dinilai krusial untuk mendukung keberlanjutan sektor pertanian dan perikanan masyarakat di wilayah terdampak.
Penanganan sungai menjadi fokus karena banyak aliran sungai mengalami pendangkalan akibat sedimentasi pascabencana hidrometeorologi. Kondisi ini berdampak langsung terhadap sistem irigasi sawah dan tambak yang menjadi sumber penghidupan warga.
"Sungai bagi saya penting, ini akan makan waktu panjang untuk sungai karena jumlahnya banyak. Totalnya itu banyak yang sedimen, panjang dan lebar. Penanganan ini mendesak karena berkaitan langsung dengan sawah dan tambak milik warga," ujar kepala satuan tugas dalam keterangannya, Senin (23/3/2026).
Data menunjukkan, jumlah sungai terdampak tersebar di tiga provinsi utama yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Totalnya mencapai ratusan titik dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari sedimentasi berat hingga perubahan alur sungai.
Di Aceh, tercatat sebanyak 55 sungai terdampak yang tersebar di berbagai wilayah seperti Aceh Utara, Pidie, hingga Subulussalam. Sementara di Sumatera Utara terdapat 48 sungai terdampak, dan di Sumatera Barat sebanyak 43 sungai yang membutuhkan penanganan bertahap.
Pemerintah menerapkan dua pendekatan utama dalam penanganan sungai, yakni tanggap darurat untuk mencegah dampak lanjutan serta rehabilitasi dan rekonstruksi untuk solusi permanen. Kedua strategi ini dijalankan secara paralel agar pemulihan bisa berjalan lebih cepat dan terarah.
Tantangan terbesar dalam proses ini adalah kondisi geografis yang tersebar dan tidak terpusat. Banyak wilayah terdampak berada di sepanjang daerah aliran sungai, sehingga penanganan harus dilakukan secara sporadis dan membutuhkan waktu lebih panjang.
"Kalau kita masuk ke daerah yang dekat sungai itu kena. Jadi ini sifatnya tersebar, sporadis. Itu yang membuat penanganannya membutuhkan waktu," lanjut keterangan tersebut.
Meski menghadapi tantangan, pemerintah memastikan proses pemulihan tetap berjalan bersamaan dengan sektor lain. Infrastruktur utama seperti jalan nasional kini telah kembali berfungsi penuh sehingga distribusi logistik tidak lagi terhambat.
Normalisasi sungai juga diintegrasikan dengan pemulihan sektor lain seperti pertanian, perikanan, serta pembangunan hunian warga. Hal ini dilakukan untuk memastikan dampak pemulihan bisa dirasakan secara menyeluruh oleh masyarakat.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa indikator keberhasilan pemulihan tidak hanya dilihat dari jumlah pengungsi yang berkurang. Namun juga dari kemampuan wilayah terdampak untuk kembali produktif dan aman dari potensi bencana lanjutan.
"Variabel yang kita lihat bukan hanya pengungsi, tapi juga sungai, sawah, tambak, dan infrastruktur lainnya. Semua itu menjadi bagian dari pemulihan," demikian disampaikan dalam penutup.
Dengan fokus pada normalisasi sungai, pemerintah optimistis proses rehabilitasi pascabencana di Sumatera dapat berjalan lebih komprehensif. Upaya ini diharapkan mampu memulihkan kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan wilayah ke depan.
- Pertanian
- infrastruktur
- Rekonstruksi
- Normalisasi Sungai
- Pemulihan bencana
- bencana sumatera
- Anggaran Pemulihan Bencana di Sumatera
- rehabilitasi aceh
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
Saluran Irigasi Tertutup Longsor! PU Kebut Penanganan Air Bersih Pasca Gempa Flores
-
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditarget Selesai 2028, Diproyeksi Redam Banjir 20 Persen
-
KemenPU Minta Pemda Segera Kirim Data Infrastruktur Terdampak Gempa Flores, Penanganan Diprioritaskan
-
Jumlah penerbangan keberangkatan dari Bali
-
Meski Gagal ke Semifinal, Swiss Tinggalkan Piala Dunia 2026 dengan Kepala Tegak
-
DPR RI Prioritaskan Pembahasan RUU Perampasan Aset
-
Yayasan Jantung Indonesia: Penyakit Jantung Kini Banyak Menyerang Usia Muda
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.