Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kucurkan Rp10,6 Triliun, Pemerintah Pusat Fokus Rehabilitasi Aceh hingga Sumatera Barat

📅 Rabu, 25 Mar 2026, 20:40 WIB | Oleh:
Kucurkan Rp10,6 Triliun, Pemerintah Pusat Fokus Rehabilitasi Aceh hingga Sumatera Barat Doc: Istimewa
Ket. Pemerintah pusat terus mendorong percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera melalui penguatan kolaborasi antar pemerintah daerah. Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah.

JAKARTA - Pemerintah pusat terus mendorong percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi di wilayah Sumatera melalui penguatan kolaborasi antar pemerintah daerah. Langkah ini dinilai krusial untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi di wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah.

Dalam perkembangan terbaru, sudah ada tiga daerah yang menyatakan komitmen untuk membantu wilayah terdampak. Ketiga daerah tersebut yakni Simalungun, Asahan, dan Pematangsiantar yang siap berkontribusi dalam proses pemulihan lintas wilayah.

"Dari update terakhir pagi ini, sudah ada tiga daerah yang membuat pernyataan komitmen untuk membantu wilayah terdampak, yaitu Simalungun, Asahan, dan Pematangsiantar," ujar kepala satuan tugas dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (25/3/2026).

Inisiatif kolaborasi ini tidak lepas dari adanya tambahan alokasi anggaran transfer ke daerah yang digelontorkan pemerintah pusat. Total anggaran sebesar Rp10,6 triliun disiapkan untuk mendukung percepatan penanganan bencana di tiga provinsi utama terdampak.

Anggaran tersebut dialokasikan untuk Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Selanjutnya, dana akan didistribusikan ke seluruh kabupaten dan kota, termasuk daerah yang tidak terdampak langsung.

Pemerintah pusat mengimbau daerah yang relatif aman namun tetap menerima anggaran agar dapat berbagi melalui skema hibah. Langkah ini diharapkan mampu memperkuat daerah dengan kerusakan berat yang memiliki keterbatasan fiskal.

"Kami harapkan daerah-daerah yang berat ini mereka punya tambahan anggaran supaya mereka bisa bekerja menyelesaikan masalah," lanjut pernyataan tersebut.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Aceh Tamiang yang mengalami dampak cukup signifikan. Dukungan dari daerah lain dinilai penting untuk mempercepat pemulihan di kawasan tersebut.

Selain aspek pendanaan, pemerintah juga menargetkan pembangunan hunian tetap bagi warga terdampak. Infrastruktur permanen seperti jalan dan jembatan yang saat ini masih bersifat darurat juga akan menjadi prioritas utama.

Pemulihan layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan turut menjadi fokus dalam program rehabilitasi. Pemerintah memastikan seluruh sektor terdampak akan ditangani secara bertahap dan terukur.

Meski begitu, proses pemulihan diperkirakan tidak bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Dibutuhkan waktu hingga dua sampai tiga tahun untuk menuntaskan seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi secara menyeluruh.

"Proses ini membutuhkan waktu yang tidak singkat, bukan hanya beberapa bulan, melainkan bisa mencapai dua-tiga tahun," demikian disampaikan dalam penutup keterangan.

Dengan pendekatan kolaboratif antar daerah, pemerintah optimistis proses pemulihan pascabencana di Sumatera dapat berjalan lebih cepat. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat normalisasi kehidupan masyarakat di wilayah terdampak.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Desty Page
Desty Page
26 Mar 2026, 16:29 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

PBB akan Alokasikan Dana untuk 12 Krisis Kemanusiaan

25 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Luar Negeri
Korsel Usulkan Dialog denga...
Luar Negeri
PBB Serukan Negara-negara T...

Wabah Ebola Tewaskan Lebih dari 4.000 Warga di Kongo

48 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Luar Negeri
Wabah Ebola Tewaskan Lebih ...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.