Kelompok Suporter Gugat FIFA, Soroti Harga Tiket Piala Dunia yang ‘Selangit’

Rabu, 25 Mar 2026, 07:00 WIB

LAUSANNE, SWISS — Kelompok suporter sepak bola Eropa, Football Supporters Europe (FSE), resmi mengajukan gugatan kepada Komisi Eropa terhadap FIFA atas dugaan penetapan harga tiket “berlebihan” untuk putaran final Piala Dunia 2026.

Dalam pernyataan resminya, FSE bersama kelompok konsumen Euroconsumers menilai FIFA telah menyalahgunakan posisi monopoli dalam penjualan tiket, sehingga menciptakan harga tinggi serta proses pembelian yang dinilai tidak transparan dan tidak adil bagi penggemar, khususnya dari Eropa.

Ket. Foto: Ilustrasi markas FIFA. — Sumber: AFP

“FIFA memegang monopoli atas penjualan tiket Piala Dunia 2026 dan menggunakan kekuatan itu untuk memberlakukan syarat yang tidak akan dapat diterima dalam pasar yang kompetitif,” tulis FSE.

Turnamen yang akan berlangsung pada tanggal 11 Juni hingga 19 Juli di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko tersebut dinilai menghadirkan lonjakan harga signifikan dibanding edisi sebelumnya.

FSE menyoroti harga tiket final yang kini dimulai dari 4.185 dolar AS (sekitar 65 juta rupiah), atau lebih dari tujuh kali lipat dibanding tiket termurah final Piala Dunia 2022 di Qatar. Sebagai perbandingan, tiket final UEFA Euro 2024 disebut hanya dibanderol sekitar 95 euro (sekitar 1,6 juta rupiah).

Padahal, dalam dokumen penawaran awal, FIFA memproyeksikan harga rata-rata tiket berada di kisaran 1.408 dolar AS. “Angka itu kini jauh tertinggal,” tegas FSE.

FIFA menyebut hampir tujuh juta tiket tersedia untuk total 104 pertandingan, jumlah terbanyak sepanjang sejarah, seiring format baru dengan 48 tim peserta. Namun, tingginya permintaan membuat harga melonjak tajam, terutama untuk laga-laga unggulan.

Setiap individu hanya diperbolehkan membeli maksimal empat tiket per pertandingan dan total 40 tiket sepanjang turnamen.

FSE juga menyoroti janji awal panitia yang menyebut tiket bisa dijual mulai dari 21 dolar AS. Kenyataannya, tiket termurah yang tersedia di pasar justru berada di angka 60 dolar AS, misalnya untuk laga fase grup antara Austria melawan Yordania di Levi’s Stadium, California.

Untuk pertandingan yang melibatkan tim-tim besar, harga tiket umumnya berada di atas 200 dolar AS.

Kontroversi semakin menguat dengan penerapan sistem “dynamic pricing” atau harga dinamis yang memungkinkan perubahan harga berdasarkan permintaan. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menyatakan mekanisme tersebut merupakan konsekuensi dari tingginya minat pasar.

“Di Amerika Serikat khususnya, ada sistem dynamic pricing, artinya harga bisa naik atau turun tergantung pertandingan,” ujarnya.

Namun FSE menilai sistem tersebut bermasalah karena tidak memiliki batas atas yang jelas.

“FIFA menggunakan harga variabel tanpa batas dan tanpa transparansi terkait cara penentuannya,” kritik mereka.

“Beberapa tiket bahkan naik hingga 25 persen antar fase penjualan, tanpa kejelasan harga akhir sebelum penggemar masuk antrean.”

Lonjakan harga paling ekstrem terjadi di pasar penjualan ulang. Di platform resmi FIFA, satu tiket kategori tiga untuk final di MetLife Stadium, New Jersey, dilaporkan dijual hingga 143.750 dolar AS, lebih dari 41 kali harga awalnya sebesar 3.450 dolar AS.

Sistem penjualan kembali ini memungkinkan penjual menentukan harga sendiri. Di Amerika Serikat dan Kanada, pasar resale tidak diatur secara ketat. Sementara di Meksiko, penjualan di atas harga resmi dilarang, tetapi hanya berlaku untuk tiket yang dibeli dengan mata uang lokal.

Meski FIFA sempat memperkenalkan kategori tiket lebih murah seharga 60 dolar AS, FSE menilai jumlahnya sangat terbatas, hanya sekitar 10 persen dari alokasi tiap federasi nasional dan sebagian besar sudah habis sebelum penjualan umum dibuka.

FIFA sendiri menyatakan masih akan merilis sejumlah tiket tambahan mulai April hingga akhir turnamen dengan sistem “siapa cepat dia dapat”.

Namun bagi para suporter, persoalan utama tetap sama: akses yang semakin mahal untuk menyaksikan pesta sepak bola terbesar dunia.

  • tiket piala dunia 2026
  • Piala Dunia 2026

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: AFP, Benny Mudesta Putra

Berita Terbaru

Kemhan Sampaikan Duka Cita, Dua Peserta Program SPPI Meninggal Dunia Saat Latsarmil

Dukung Arahan Danantara, BTN Buka Peluang Buyback Saham Lewat Revisi RBB

228.016 Calon Siswa Lolos SPMB SMA dan SMK Negeri Jateng Tahun Ajaran 2026/2027.

Generasi Muda Disebut Paling Rentan Mengalami Gangguan Mental di Lingkungan Kerja.

Dinkes Maluku Edukasi Pentingnya Menjaga Kesehatan Sejak Dini Lewat Open Clinic Day.

118 Ijazah Siswa dari 11 Madrasah Ditebus, Pemkot Jakbar Gandeng Kemenag dan Baznas Bazis.

Bukan Sekadar Besaran Gaji, Pekerja Indonesia Cari Rasa Dihargai di Tempat Kerja

Virtus Technology Indonesia Resmi Jadi Master Distributor DJI Enterprise di Indonesia

Produk Bernilai Tambah Tinggi Asal Cilegon Tembus Kanada, Kemendag: Bukti Industri RI Makin Kuat

Trafik Uplink Melampaui Downlink, Pola Penggunaan Jaringan Digital Mulai Berubah

Info Loker! Job Fair Pemkab Magelang 2026 Tersedia 3.717 Lowongan

Shin Ye Eun Ajak Masyarakat Indonesia Rasakan Kehangatan Hunian Pintar Berbasis K-Wellness

Waspada! Prakiraan Cuaca BMKG Ada Potensi Hujan Pemicu Banjir dan Longsor di Sumut Rabu Besok

Babak Gugur Piala Dunia 2026 Mulai Terbentuk, Enam Negara Amankan Tiket 32 Besar, Empat Tersingkir

Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Ini Deretan Pemain yang Memperebutkan dari Messi, Mbappe, hingga Haaland, Siapa yang Layak?

Tiga Pejabat Tinggi Pratama Setjen MPR RI Dilantik, Siti Fauziah Tekankan Penguatan Kolaborasi dan Peningkatan Kinerja Lembaga

Peternak Sapi Perah Indonesia Raih Kenaikan Produksi Susu Berkat Transfer Teknologi AS

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.