Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Prabowo Subianto Soroti Impor Kopi dan Cokelat, Dorong Hilirisasi Industri Nasional

📅 Jumat, 20 Mar 2026, 05:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
Prabowo Subianto Soroti Impor Kopi dan Cokelat, Dorong Hilirisasi Industri Nasional Doc: Antara
Ket. Presiden Prabowo Subianto (kiri) berdiskusi dengan beberapa jurnalis senior, ekonom, dan pengamat di kediaman pribadi Presiden RI, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3).

Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkap rasa herannya terhadap tata kelola beberapa komoditas strategis, seperti kopi dan cokelat, yang dinilai mempunyai kualitas terbaik, tetapi Indonesia masih mengimpor komoditas-komoditas tersebut dari luar negeri.

"Kita punya kopi, cokelat terbaik, tetapi kita impor Starbucks, Nestle, Nescafe. Kita punya cokelat terbaik, tetapi kita impor KitKat, kita makan Cadbury, ya kan," kata Presiden Prabowo saat berdiskusi membahas hilirisasi dan industrialisasi dengan beberapa jurnalis dan ekonom di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pekan ini, sebagaimana dikutip dari siaran resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI yang dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (19/3).

Oleh karena itu, Presiden kemudian menegaskan pemerintahannya fokus untuk menerapkan hilirisasi dan industrialisasi komoditas-komoditas strategis.

Presiden juga memperkenalkan konsep "pohon industri" yang akan diterapkan kepada semua komoditas penting, misalnya logam, mineral, ataupun komoditas kelapa, kopi, dan cokelat.

Menurut Presiden, hilirisasi juga menjadi kunci untuk menciptakan lapangan kerja yang berkualitas bagi generasi muda Indonesia.

"Saya ingin hilirisasi. That's the only way. Kita tidak boleh ekspor bahan mentah lagi. Kita harus mengolah bahan mentah itu menjadi turunan-turunan produk industri yang bernilai tinggi," ujar Presiden Prabowo dalam acara bertajuk "Presiden Prabowo Menjawab".

Presiden kemudian mencontohkan rencana pemerintah menghilirisasi komoditas kelapa. "Kelapa saja dianggap (sebagai) miracle crop. Virgin coconut oil, itu dianggap anticancer, tetapi kita baru punya satu-dua pabrik kelapa. Selama ini kita ekspor kelapa gelondongan," kata Presiden.

Kemudian, Presiden juga menyoroti hilirisasi mineral strategis, bauksit.

"Kita punya bauksit. Bauksit untuk alumina diolah menjadi aluminium. Aluminium jadi mobil, tetapi kita tidak bikin processing bauksit. Jepang tidak punya bauksit, dia bikin mobil terhebat. Iya kan. This is what we have to do," ujar Prabowo.

Oleh karena itu, Prabowo meyakini konsep pohon industri sebagai bagian dari kebijakan hilirisasi pemerintah perlu segera diberlakukan terhadap seluruh komoditas strategis.

"Kita harus melakukan ratusan pabrik. Itu yang kita sebut pohon industri. Kita sudah map out, we have a plan actually. Pohon industri untuk semua komoditas penting yang kita punya," sambung Presiden.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Gaji PPPK Dibayar APBN, Gub...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.