Intip Rahasia SPPG Di Sumba dan Tasikmalaya, Jaga Standar Tinggi dan Dorong Pertanian Lokal

Kamis, 19 Mar 2026, 21:36 WIB

Di tengah berita Badan Gizi Nasional (BGN) yang terus berupaya melakukan pengetatan standar mutu dan evaluasi kepada Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG), masyarakat perlu tahu bahwa ada beragam kisah dari SPPG yang sudah berjalan baik dan berhasil membangun ekosistem perekonomian saling menguntungkan dengan penduduk di sekitarnya. Sebagian SPPG pun kini bukan sekadar sarana dapur umum. Beberapa SPPG bertransformasi menjadi jantung baru bagi perekonomian desa dan program MBG menjadi penyemangat baru bagi anak-anak di pelosok negeri untuk terus bersekolah.

Kisah inspiratif pertama datang dari SPPG Kadi Wano di Wewewa Timur, Sumba Barat Daya. Di bawah kepemimpinan Edwin Putra Kadege, SPPG ini berhasil membuktikan bahwa SPPG yang dijalankan dengan baik justru menunya dinanti anak-anak.

Ket. Foto: Benediktus Dalupe kerap kesulitan memasarkan telurnya sebelum adanya program MBG — Sumber: Istimewa

"Banyak anak yang datang ke sekolah tanpa sarapan karena keterbatasan ekonomi orang tua. Fakta di lapangan, guru-guru melapor anak-anak kini jauh lebih bersemangat sekolah meskipun jarak rumah mereka sangat jauh," ujar Edwin Putra Kadege dengan haru.

Hal ini sejalan dengan temuan Research Institute Of Socio-Economic Development (RISED) yang melakukan penelitian Dampak Awal Program MBG Terhadap Kesejahteraan Anakyang diluncurkan Februari 2026 lalu. Hasil survei RISED di tiga Kabupaten/Kota di Jawa Tengah tersebut menunjukkan anak-anak jadi lebih ceria setelah program MBG berjalan.

Direktur RISED, M. Fajar Rachmadi menjelaskan, “Sekitar separuh dari 1.800 responden orang tua siswa yang mengikuti survei kami menyatakan setuju bahwa anak menjadi lebih jarang sakit dan terlihat lebih ceria. 50% orang tua siswa menganggap terlihat lebih ceria, 48% orang tua menilai anak mereka menjadi lebih jarang sakit setelah menerima MBG,” terangnya.

SPPG Bersinergi dengan Petani Lokal

Selain memberikan makanan bernutrisi bagi 2000 anak-anak di 15 sekolah di Sumba Barat, SPPG Kadi Wano juga membuktikan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari memberdayakan petani lokal. Hampir seluruh kebutuhan sayur-mayur SPPG ditopang langsung oleh kelompok tani setempat.

Hal ini menciptakan ekosistem perputaran ekonomi yang nyata. Petani lokal tidak lagi bingung menjual hasil panennya karena SPPG bertindak sebagai pembeli siaga (offtaker). Hal yang sama juga terjadi di SPPG Cibuntu di Kecamatan Taraju, Tasikmalaya, menunjukkan sinergi yang tak kalah apik. Dengan tingkat pemenuhan pangan lokal mencapai 85%, SPPG ini telah menggandeng petani, pedagang pasar, hingga karang taruna desa setempat untuk bersinergi membangun ekosistem yang tangguh.

Menariknya, kehadiran SPPG ini memicu revolusi pertanian kecil-kecilan di Taraju. Mitra SPPG Cibuntu, Tino Rirantino, menyebutkan bahwa kehadiran program ini mendorong perubahan pola tanam petani. Jika sebelumnya buah-buahan harus didatangkan dari luar wilayah, kini para petani lokal mulai bersemangat menanam buah secara mandiri agar bisa diserap langsung oleh dapur SPPG.

"SPPG ini adalah jembatan strategis. Kami memfasilitasi petani agar hasil bumi mereka memiliki pasar yang jelas dan memberikan kontribusi positif bagi kesejahteraan warga desa," jelas Tino.

Keberhasilan SPPG tidak hanya diukur dari angka ekonomi, tetapi juga dari senyum para penerima manfaat. Melalui evaluasi berkala, pengelola SPPG dituntut untuk tetap kreatif dan disiplin. Menjamin higienitas dapur dan kualitas bahan baku tetap pada standar tertinggi adalah kunci agar SPPG bisa beroperasi dengan baik. Tidak kalah penting lagi, SPPG harus kreatif dalam mengatur porsi nutrisi sesuai usia anak, namun tetap menyesuaikan dengan selera lokal agar makanan selalu habis disantap.

Melibatkan guru dalam proses distribusi untuk memastikan setiap anak merasa diperhatikan secara personal juga jadi strategi yang perlu dikelola SPPG dengan pihak sekolah. Salah satu hal yang patut dicontoh dari SPPG Cibuntu, Taraju, mereka juga turut menjalankan program CSR berupa penyaluran bantuan sarana dan prasarana sekolah bagi anak yatim dan yatim piatu di lingkungan sekolah. Ini menggambarkan manfaat MBG dan keberadaan SPPG di sebuah wilayah kini berubah menjadi denyut nadi sosial ekonomi yang penting bagi warga lokal di sekitarnya.

  • Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG)

Redaktur: Yebdi Trismar

Penulis: Yebdi Trismar

Berita Terbaru

TP PKK dan Pemkab Banjar Buka Akses Layanan Operasi Bibir Sumbing Berkelanjutan

Bangkit dari Cedera Langsung Juara Dunia! Keajaiban An Se-young Hancurkan Mimpi Rekor Akane!

Magetan Tak Mau Ketinggalan, Peta Jalan Ekraf 2027 Disiapkan untuk Gebrak Ekonomi Kreatif

Jalan-Jalan Makin Nyaman, Bogor Siapkan Bus Listrik untuk Rute Wisata

Bukan Kaleng-Kaleng! KOI Bongkar Alasan Kejurnas Hoki 2026 Lebih Bergengsi dari SEA Games!

Pemkot Ambon Pastikan Pembangunan Infrastruktur Berdasarkan Skala Prioritas

Kebakaran Desa Adat Sade Jadi Alarm Keras: Pariwisata Harus Tangguh Hadapi Bencana

Anjlok ke Titik Terendah! Kebijakan Ekstrem PM Jepang Sanae Takaichi Bikin Rakyat Cemas!

Bandung Great Sale 2026 Gebrak Pasar, 171 UMKM Siap Unjuk Produk

Bye-Bye Kabel Ruwet! Pemkot Banjarmasin Siapkan Sanksi Tegas Buat Provider Nakal!

BNPB Minta Malaysia dan Singapura Tidak Saling Menyalahkan Soal Asap Karhutla

Ratusan Pasukan BKO Diterjunkan! Kodam XII/Tanjungpura Siaga Satu Hadapi Karhutla Kalbar!

Budaya Lokal Jadi Senjata Baru Mandalika untuk Gaet Wisatawan

Unik! Pemanasan di Kolam Hangat Tropis Malah Bikin Es Antarktika Tak Mudah Mencair

Ini 8 Penyebab AC Mobil Anda Tak Dingin, Simak Cara Mengatasinya!

Brasil Desak PBB Gelar Sidang Luar Biasa, Dunia Sudah Lelah dengan Konflik Global

Wamenekraf Tegaskan Desainer Harus Kuasai AI hingga Bisnis di Masa Depan

Ilmuwan Kembangkan Cip Pintar: Performa Maksimal, Minim Daya

Pendaftaran Seleksi Petugas Haji Kloter & PPIH Arab Saudi Tahun 2027 Dibuka Kemenhaj, Catat Link dan Tanggalnya!

Harga Sembako di Lebak Terkerek Naik Dikit, Efek Kemarau Walau Pasokan Melimpah

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.