Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Meski Gejolak Global Naik, Stok Energi Dalam Negeri Tetap Terjaga

24 Rabu, 18 Mar 2026, 16:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Meski Gejolak Global Naik, Stok Energi Dalam Negeri Tetap Terjaga Doc: ANTARA/ Dewa Ketut Sudiarta Wiguna
Ket. Ilustrasi - Petugas mengisi tangki pendam untuk stok BBM di salah satu SPBU di Denpasar, Bali.

JAKARTA – Di tengah situasi Timur Tengah yang lagi naik turun, menjaga ketersediaan stok energi jadi hal yang nggak bisa dianggap sepele. Soalnya, apa pun yang terjadi di sana sering banget berdampak ke pasokan dan harga energi global.

Makanya, pemerintah dan pelaku industri perlu gerak cepat—mulai dari memastikan cadangan energi aman, memperkuat distribusi, sampai mencari alternatif pasokan kalau situasi makin memanas. Tujuannya simpel: supaya kebutuhan dalam negeri tetap terpenuhi tanpa gangguan berarti.

Di sisi lain, momen ini juga jadi pengingat pentingnya diversifikasi energi. Nggak cuma bergantung pada satu sumber, tapi mulai memperkuat energi terbarukan dan strategi jangka panjang lainnya. Jadi, ketika gejolak global datang, kita tetap punya “pegangan” dan nggak mudah goyah.

Tenaga Ahli Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Satya Hangga Yudha Widya Putra menegaskan posisi stok RI dalam kondisi aman di tengah eskalasi konflik Iran-Israel.

Menurut dia, dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/3), pemerintah terus memantau perkembangan konflik Iran-Israel yang telah memicu ketidakpastian di pasar energi global tersebut.

"Pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas pasokan energi nasional," ujar Hangga, sapaan akrabnya, saat menjadi narasumber dalam diskusi mengenai potensi krisis energi global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah di Jakarta, Senin (16/3/2026).

Hangga menjelaskan pemerintah telah melakukan berbagai kajian serta benchmarking terhadap kebijakan yang diterapkan negara lain dalam menghadapi potensi gangguan pasokan energi.

Menurut dia, dari sisi ketersediaan energi, kondisi Indonesia saat ini masih dalam keadaan aman.

Stok bahan bakar minyak (BBM) nasional berada pada kisaran 3-4 minggu.

"Angka tersebut tidak berarti cadangan akan habis dalam jangka waktu 3-4 minggu, karena pasokan energi nasional terus diperkuat dan ditambah melalui produksi domestik maupun impor," jelasnya.

Hangga juga mengatakan hingga saat ini, jalur impor energi Indonesia masih berjalan dengan aman dan stabil.

"Angka ketahanan 3-4 minggu merupakan gambaran jika tidak ada produksi maupun impor sama sekali. Dalam praktiknya, cadangan, produksi, dan impor berjalan secara paralel, sehingga pasokan tetap terjaga," jelasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih (panic buying), karena pemerintah memastikan pasokan energi nasional masih dalam kondisi terkendali.

Di sisi lain, lanjutnya, pemerintah juga memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka menengah dan panjang, salah satunya meningkatkan kapasitas penyimpanan (storage) minyak nasional.

Hangga menyebutkan Kementerian ESDM telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Danantara, untuk mengembangkan fasilitas penyimpanan energi yang ditargetkan dapat meningkatkan cadangan hingga 60-90 hari ke depan.

"Jika dibandingkan dengan negara lain, kapasitas penyimpanan kita memang masih relatif kecil. Jepang memiliki cadangan hingga lebih dari 200 hari, sementara beberapa negara lain seperti Korea Selatan dan Taiwan bisa mencapai enam bulan. Karena itu, peningkatan storage menjadi salah satu prioritas," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
Daerah
Banjir Luapan Sungai di Ace...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.