Usung Wisata Berbasis Pengalaman: Yogyakarta Luncurkan Program Bule Mengajar, Mahasiswa Asing Turun ke Kelas

Senin, 16 Mar 2026, 15:10 WIB

YOGYAKARTA – Wisata berbasis pengalaman kini semakin diminati karena menawarkan lebih dari sekadar melihat tempat baru.

Konsep ini mengajak wisatawan untuk benar-benar terlibat dalam aktivitas lokal, mulai dari belajar budaya, mencicipi kuliner khas, hingga mengikuti keseharian masyarakat setempat.

Ket. Foto: Sejumlah mahasiswa asing peserta program Bule Mengajar berbagi cerita dan pengalaman dengan masyarakat saat kegiatan Jelajah Kotagede di Yogyakarta. — Sumber: ANTARA/ HO/ Pemkot Yogyakarta.

Dengan cara ini, perjalanan terasa lebih berkesan karena wisatawan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian dari cerita yang mereka kunjungi.

Pemerintah Kota Yogyakarta menginisiasi wisata berbasis pengalaman melalui program "Bule Mengajar" dengan melibatkan mahasiswa asing yang belajar di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan "Bule Mengajar" merupakan salah satu program prioritas (quick wins) yang dijalankan Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta.

"Bule Mengajar, ini maksudnya teman-teman yang datang di sini bisa memberikan best practice-nya. Memberikan kedisiplinan juga kerja keras," ujar Hasto dalam keterangan tertulis di Yogyakarta, Senin (16/3).

Menurut Hasto, melalui program tersebut mahasiswa asing diharapkan dapat berbagi pengalaman kepada para pelajar di sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta.

"Sekaligus memberikan praktik-praktik yang baik kepada para siswa. Oleh karena itu, kita menyambut baik kedatangan para turis asing nantinya untuk memberikan pelajaran di sekolah-sekolah di seluruh Yogyakarta. Saya utamakan sekolah negeri dulu untuk meningkatkan kualitas SD negeri," katanya.

Ia berharap sekolah-sekolah di Kota Yogyakarta juga dapat bekerja sama dengan pemandu wisata serta berbagai negara untuk mendorong kedatangan wisatawan mancanegara ke Yogyakarta.

Selain berbagi informasi mengenai budaya, lanjut Hasto, program "Bule Mengajar" diharapkan dapat memperkenalkan kebiasaan disiplin dan semangat belajar dari berbagai negara kepada para siswa.

Program tersebut juga diintegrasikan dengan paket wisata Jelajah Kawasan Kotagede sebagai bagian dari upaya memperkuat pariwisata berbasis pengalaman di Kota Yogyakarta.

Kegiatan itu diikuti mahasiswa asing yang berasal dari sejumlah negara, antara lain Timor Leste, Solomon, Tanzania, Kenya, dan Pakistan.

Hasto juga meninjau kawasan Between Two Gates di Kampung Alun-alun, Purbayan, Kotagede, yang menjadi salah satu titik kunjungan dalam kegiatan tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati mengatakan program mahasiswa asing bercerita atau "Bule Mengajar" dikembangkan sebagai upaya mengaktivasi wisata di kawasan Kotagede untuk segmen wisatawan mancanegara.

Ia berharap keterlibatan mahasiswa asing dalam aktivitas masyarakat di kawasan Kotagede dan berbagi cerita budaya dapat memberikan kesan mendalam yang kemudian diceritakan kembali kepada keluarga maupun teman di negara asal.

Daning berharap kegiatan tersebut menjadi awal yang baik tidak hanya di Kampung Purbayan, tetapi juga memberi pengalaman hingga ke 46 kampung wisata dan 45 kelompok sadar wisata di Kota Yogyakarta.

"Sehingga bersama-sama kita bisa membuka mata dunia bahwa di Kota Yogyakarta, di kampung-kampung yang ada itu mempunyai potensi yang luar biasa," ujar Daning.

  • wisata berbasis pengalaman
  • program bule mengajar

Redaktur: Muchamad Ismail

Penulis: Antara

Berita Terbaru

Karya Tangan Badui Unjuk Gigi di Bazar Harkop Harnas 2026

Jelang Laga Kontra Liverpool, Newcastle United Resmi Perluas Kapasitas St James' Park

Musim Durian Tiba, Kantong Warga Lebak Ikut Berbuah

3 Tantangan Berat Trent Alexander-Arnold Usai Putuskan Hengkang dari Liverpool

Virus Zika Jadi Sorotan, Dispar Bali Minta Wisman Tetap Santai Berwisata

PLN dan YBM PLN Hadirkan Layanan Kesehatan hingga Promo Tambah Daya untuk Warga Lenteng Agung.

Era AI Datang, Wamenekraf Tantang Desainer Tingkatkan Kompetensi hingga Bisnis

Bukan Lagi Sekadar Cangkul, Teknologi Bantu Petani Bantul Kelola 200 Hektare Lahan Bawang Merah

Wali Kota Jakarta Barat Beri Penghargaan kepada PLN atas Kontribusi Cegah Kebakaran.

Pesawat Listrik Terbesar Dunia X1 Sukses Terbang Perdana, Biaya Cas Cuma Rp88 Ribu!

Siagakan 93.782 Ton Beras, Bulog Antisipasi Krisis Pangan Pascagempa NTT

PLN Hadir di Kantor Wali Kota Jakarta Utara, Ada Promo Merdeka Daya Diskon 50 Persen

Ganjil Genap Jakarta Ditiadakan Selasa 25 Agustus 2026, Ini Daftar 25 Ruas Jalan

Beroperasi 26 Agustus 2026, Ini Daftar 5 Stasiun Baru LRT Jakarta Kelapa Gading-Manggarai

TPOS Gedebage Ditargetkan Rampung 2027, Bandung Siapkan Teknologi Baru Olah 300 Ton Sampah per Hari

Desainer Masa Depan Wajib Kuasai AI hingga Bisnis, Kampus Diminta Jadi Ruang Eksperimen Kreatif

Bapemperda DKI Minta Naskah Akademik 16 Ranperda Prioritas 2027 Disiapkan Sejak Awal

Kemenhut Kerahkan 1.000 Polisi Hutan untuk Padamkan Karhutla di Kalimantan

67 Ribu Ton Beras Digerakkan ke NTT! BULOG Kirim Bantuan dari 4 Provinsi untuk Korban Bencana

Kurangi Kesenjangan, DPRD Jabar: Pembangunan di Jabar Harus Merata baik Perkotaan dan Pedesaan

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.