Taman Bendera Pusaka: Jam Operasional, Rute Transportasi Publik, dan Fasilitas Olahraga

Minggu, 15 Mar 2026, 12:20 WIB

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan, Sabtu (14/3). Ruang terbuka hijau tersebut merupakan hasil integrasi tiga taman kota, yaitu Taman Ayodya, Taman Leuser, dan Taman Langsat.

Peresmian taman ini turut dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno serta Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri. Kawasan taman tersebut memiliki luas sekitar 5,6 hektare dan menjadi salah satu ruang publik baru bagi masyarakat.

Ket. Foto: Ruang terbuka hijau tersebut merupakan hasil integrasi tiga taman kota, yaitu Taman Ayodya, Taman Leuser, dan Taman Langsat. — Sumber: Pemprov DKI Jakarta

Pramono mengatakan taman ini diharapkan dapat menjadi pilihan bagi warga Jakarta untuk berolahraga maupun beraktivitas di ruang terbuka. Selain itu, fasilitas jogging track sepanjang 1,2 kilometer juga disiapkan untuk mendukung aktivitas olahraga masyarakat.

"Dengan luas sekitar 5,6 hektare dan jogging track sepanjang 1,2 kilometer, taman ini diharapkan menjadi salah satu pilihan ruang publik bagi warga Jakarta untuk berolahraga maupun beraktivitas," ujar Pramono.

Ia menjelaskan konsep desain taman terinspirasi dari filosofi Sang Saka Merah Putih. Filosofi tersebut diwujudkan melalui dua zona utama yang memiliki karakter berbeda.

Zona merah dirancang sebagai area yang aktif dan dinamis, sementara zona putih menjadi ruang yang lebih tenang dan reflektif. Kedua zona tersebut terhubung melalui jalur pedestrian, jembatan penghubung, serta ruang terbuka yang memungkinkan pengunjung menikmati seluruh kawasan taman.

Selain konsep ruang terbuka, taman ini juga dilengkapi dengan berbagai elemen vegetasi. Terdapat sekitar 285 pohon dari 12 jenis tanaman yang ditanam di kawasan tersebut.

Beberapa di antaranya termasuk jenis pohon yang tergolong langka seperti menteng, eboni, cempaka, dan kecapi. Kehadiran berbagai tanaman ini diharapkan dapat memperkaya keanekaragaman hayati sekaligus menciptakan suasana taman yang lebih teduh.

Beragam fasilitas olahraga dan rekreasi juga tersedia di kawasan taman. Fasilitas tersebut meliputi lapangan padel, lapangan multifungsi yang dapat digunakan untuk basket, tenis, maupun bulu tangkis.

Selain itu, tersedia pula amphitheater yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan komunitas maupun pertunjukan seni. Kawasan taman juga dilengkapi terowongan penghubung yang memudahkan pengunjung berpindah dari satu taman ke taman lainnya.

Di area taman juga berdiri patung Fatmawati Soekarno sebagai penghormatan kepada sosok yang menjahit Bendera Pusaka Merah Putih. Patung tersebut dibuat oleh pematung Teguh Ostenrik, sementara rancangan arsitektur kawasan disusun oleh arsitek Yori Antar.

"Mudah-mudahan taman ini memberikan manfaat besar bagi warga Jakarta. Selain menjadi ruang rekreasi dan olahraga, taman ini juga diharapkan menjadi ruang publik yang memperkuat interaksi sosial masyarakat," kata Pramono.

Taman Bendera Pusaka dibuka selama 24 jam bagi masyarakat. Pengelola juga melengkapi kawasan tersebut dengan kamera pengawas serta sistem keamanan untuk memastikan kenyamanan pengunjung.

Pramono menegaskan pembangunan taman ini tidak menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. Proyek tersebut dibiayai melalui kerja sama dengan pihak swasta.

"Pembangunan taman ini sepenuhnya merupakan hasil kerja sama dengan pihak swasta melalui mekanisme Koefisien Lantai Bangunan dan Surat Persetujuan Prinsip Pembebasan Lokasi/Lahan, sehingga tidak menggunakan dana APBD," jelasnya.

Terkait akses ke kawasan taman, pemerintah daerah mengimbau masyarakat memanfaatkan transportasi publik. Lokasi taman berada tidak jauh dari kawasan Blok M yang terhubung dengan berbagai moda transportasi umum.

"Kami mengimbau masyarakat yang ingin berkunjung ke taman ini sebaiknya menggunakan transportasi publik. Jika semua datang dengan kendaraan pribadi, tentu kapasitas parkir yang tersedia tidak akan mencukupi," tutup Pramono.

Berikut daftar transportasi umum yang bisa diakses untuk datang ke tempat tersebut:

TransJakarta BRT

  • Koridor 1 (Blok M - Kota): Turun di Terminal Blok M atau Halte Kejaksaan Agung.

  • Koridor 13 (Ciledug - Tegal Mampang): Turun di Halte CSW/Kejaksaan Agung yang terintegrasi.

  • Koridor 6V (Ragunan - Gelora Bung Karno): Melewati Halte Kejaksaan Agung (titik terdekat ke taman).

TransJakarta Non-BRT (Bus Oranye/Bawah)

Ini adalah daftar rute yang paling sering lewat di depan atau sangat dekat area Barito/Langsat:

  • 1E (Pondok Labu - Blok M)

  • 1M (Meruya - Blok M)

  • 1N (Tanah Abang - Blok M)

  • 1P (Senen - Blok M)

  • 1Q (Rempoa - Blok M)

  • 6M (Stasiun Manggarai - Blok M)

  • 6N (Ragunan - Blok M via Kemang)

  • 7B (Kampung Rambutan - Blok M)

  • 7Q (Blok M - PGC)
  • 8E (Bintaro - Blok M)

MikroTrans / JakLingko

  • JAK.31 (Andara - Blok M): Lewat di jalan-jalan sekitar Kebayoran Baru dekat sisi taman.

  • JAK.102 (Lebak Bulus - Blok M): Menghubungkan area Cilandak/Fatmawati ke Blok M.

MRT Jakarta

  • Stasiun MRT Blok M BCA: Pilihan paling stabil. Keluar di pintu yang mengarah ke Jl. Mahakam, lalu jalan lurus sekitar 600 meter ke arah Jl. Barito.

Redaktur: Aloysius Widiyatmaka

Penulis: Paundra Zakirulloh

PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.