20 Ogoh-ogoh Tampil di Festival Sanur Metangi 2026
Kamis, 12 Mar 2026, 23:17 WIBDenpasar - Sebanyak 20 ogoh-ogoh karya pemuda dari berbagai banjar di kawasan Sanur tampil dalam Festival Sanur Metangi 2026 dan menjadi daya tarik wisata budaya menjelang Hari Raya Nyepi.
Ogoh-ogoh tersebut dipentaskan dalam bentuk pawai yang dipadukan dengan fragmen tari sebagai bagian dari rangkaian kegiatan festival yang digelar di kawasan Sanur, Denpasar, Kamis.
Ketua Panitia Sanur Metangi 2026 Ida Bagus Prajiskana Jisnu menjelaskan ogoh-ogoh yang tampil merupakan hasil seleksi dari sejumlah peserta yang sebelumnya mengikuti proses penjurian sejak awal Maret.
Ia mengatakan pada 1 Maret lalu telah dilakukan penilaian awal untuk memilih 27 ogoh-ogoh terbaik. Dari hasil seleksi tersebut kemudian ditetapkan 20 ogoh-ogoh yang berhak tampil dalam festival.
"Karena ini karya kriya, maka bentuk anatomi, karakter, dan ekspresi menjadi penilaian paling tinggi,â katanya.
Para peserta berasal dari tiga wilayah di Sanur, yakni Sanur Kaja, Kelurahan Sanur, dan Sanur Kauh.
Dari Sanur Kaja serta Kelurahan Sanur masing-masing dipilih enam ogoh-ogoh, sedangkan dari Sanur Kauh ditetapkan delapan karya karena jumlah pesertanya lebih banyak.
Seluruh ogoh-ogoh yang tampil merupakan hasil penilaian dewan juri independen yang berasal dari luar wilayah Sanur. Saat festival berlangsung, penjurian lanjutan kembali dilakukan untuk menentukan karya terbaik dari ogoh-ogoh yang telah lolos seleksi.
Dalam penyelenggaraan festival tahun ini, panitia juga menerapkan tiket khusus bagi penonton VIP dengan harga Rp200.000 per orang sebagai upaya membantu pembiayaan kegiatan yang masih mengandalkan sumber dana terbatas.
Ke depan, panitia berharap festival ini dapat memperoleh dukungan sponsor yang lebih besar sehingga pelaksanaan kegiatan dapat dibuka secara gratis bagi masyarakat dan wisatawan.
Sementara itu, Ketua Yayasan Pembangunan Sanur Ida Bagus Gde Sidarta Putra mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus sarana edukasi generasi muda.
Ia menambahkan perkembangan ogoh-ogoh dari tahun ke tahun menunjukkan semakin beragamnya kreativitas generasi muda, baik dari penggunaan material, teknik pewarnaan hingga bentuk yang tidak lagi hanya menampilkan sosok raksasa, tetapi juga berbagai konsep kreatif lainnya.
Ke depan, festival ini diharapkan dapat berkembang menjadi agenda budaya yang lebih besar sekaligus memberi nilai tambah bagi sektor pariwisata Sanur, terutama dalam menarik minat wisatawan menjelang perayaan Hari Raya Nyepi.
âKalau ini bisa menjadi sebuah festival yang kita besarkan, bisa menjadi penambahan nilai tambah Sanur,â ujarnya.
Ia juga menilai kegiatan budaya seperti ini memiliki potensi kuat untuk menarik wisatawan, terutama menjelang Hari Raya Nyepi. Minat wisatawan terhadap festival tersebut juga terlihat dari penjualan tiket, termasuk pembelian oleh pihak hotel untuk tamu mereka.
âBegitu kita lempar ke hotel, lumayan hotel membeli hampir 300 seat. Kemarin aja 280 (terjual) yang VIP. Otomatis kan antusias cukup tinggi, enggak gampang dijual Rp350.000 kepada wisatawan,â ujarnya.
- Festival Ogoh-ogoh
Redaktur: Redaksi Koran Jakarta
Penulis: Antara
Berita Terkait:
-
Mobil MBG Tabrak Siswa SDN Kalibaru 01, Gubernur Pramono Pastikan Semua Biaya Ditanggung Pemprov
-
Wali Kota Bandung Dorong Rumah Jadi Ruang Aman bagi Perempuan dan Anak
-
Mendag Pasang Target Gila: Ekspor ke Eurasia Digenjot Naik 100%!
-
Festival Ogoh-ogoh Sanur Metangi Menjadi Ruang Kreatif Anak Muda
-
Festival ogoh-ogoh di Garut
-
Festival Ogoh-ogoh di Semarang Berlangsung Meriah
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.