- Home
-
- Megapolitan
-
- Respons Isu Bullying, Pemp...
Respons Isu Bullying, Pemprov DKI Kaji Penyusunan Pergub Khusus Penanganan Perundungan
Rabu, 11 Mar 2026, 15:30 WIBJAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengunjungi Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit dalam rangka Safari Ramadan 1447 Hijriah pada Selasa (10/3). Kegiatan tersebut diisi dengan buka puasa bersama, salat Magrib berjamaah, serta dialog dengan pasien dan tenaga kesehatan di rumah sakit milik Pemprov DKI Jakarta itu.
Dalam kunjungan tersebut, Pramono menyampaikan rasa syukur dapat berbuka puasa bersama para pasien dan tenaga kesehatan. Ia juga menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan sejumlah pasien yang sedang menjalani perawatan.
"Hari ini, saya bersyukur dan beruntung bisa berbuka puasa sekaligus melaksanakan salat Magrib di Rumah Sakit Khusus Daerah Duren Sawit," ujar Pramono Anung.
"Ini merupakan salah satu rumah sakit khusus milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, bahkan mungkin satu-satunya. Fasilitasnya cukup baik, dan tadi saya juga sempat berinteraksi dengan beberapa pasien di sini," lanjutnya.
RSKD Duren Sawit dikenal sebagai rumah sakit khusus yang memberikan layanan kesehatan jiwa, rehabilitasi psikososial, serta penanganan adiksi narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya (NAPZA). Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat sistem layanan kesehatan mental bagi masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Pramono juga memberikan semangat kepada para pasien agar tetap optimistis menjalani proses pemulihan. Ia berharap para pasien yang menjalani perawatan dapat kembali pulih dan menjalani kehidupan yang lebih baik di tengah masyarakat.
"Harapan saya, siapa pun yang dirawat di tempat ini, setelah selesai menjalani perawatan dapat menjadi lebih baik," kata Pramono Anung.
"Yang paling penting, masyarakat juga harus bisa menerima sekaligus menghilangkan stigma yang ada," tambahnya.
Selain berdialog dengan pasien, Pramono juga mendengarkan berbagai masukan dari tenaga kesehatan maupun pihak rumah sakit. Salah satu isu yang mencuat dalam pertemuan tersebut adalah persoalan perundungan atau bullying yang dinilai berdampak pada kesehatan mental masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Pramono menyatakan akan meminta jajaran Pemprov DKI Jakarta untuk mempelajari kemungkinan penyusunan kebijakan khusus terkait penanganan kasus bullying. Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya pencegahan gangguan kesehatan mental di masyarakat.
"Saya akan meminta Asisten Kesejahteraan Rakyat beserta jajaran untuk mempelajari apakah memang diperlukan Peraturan Gubernur yang berkaitan dengan penanganan bullying," ujarnya.
Melalui kegiatan Safari Ramadan ini, Pramono menegaskan bahwa kehadiran pemerintah daerah tidak hanya sebatas agenda seremonial. Menurutnya, kunjungan tersebut juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para pasien yang sedang menjalani proses pemulihan.
"Kami di sini untuk berbagi doa dan semangat, sekaligus memastikan para pasien yang sedang menjalani perawatan memperoleh pelayanan kesehatan yang layak, bermutu, adil, dan merata," kata Pramono Anung.
Ia menambahkan, pelayanan publik yang berkualitas, inklusif, dan berkeadilan merupakan fondasi penting dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global. Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus berupaya memperkuat sistem layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Melalui Dinas Kesehatan DKI Jakarta, pemerintah daerah juga terus mengembangkan layanan kesehatan mental melalui pendekatan promotif, preventif, hingga rehabilitatif. Upaya tersebut dilakukan mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit.
Langkah itu diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan mental sekaligus mendorong terciptanya lingkungan sosial yang lebih inklusif. Pemerintah juga berharap stigma terhadap pasien kesehatan jiwa dapat terus berkurang seiring meningkatnya kesadaran publik.
- Pemprov DKI Jakarta
- Pergub
- Kesehatan Mental
- cegah bunuh diri dan perundungan
- Cegah Bullying
- Layanan Kesehatan Jakarta
- Kesehatan Mental Anak
Redaktur: Aloysius Widiyatmaka
Penulis: Paundra Zakirulloh
Berita Terkait:
-
IWDF 2026 Digelar, Jakarta Perkuat Posisi Sebagai Kota Global dengan Libatkan 1.200 Penari
-
Peran Organisasi Keagamaan dalam Pembangunan Sosial Jakarta Menurut Wagub Rano Karno
-
Mulai dari Rumah! Warga Jakarta Wajib Pilah Sampah
-
Pemprov DKI gelar program operasi bibir sumbing gratis
-
Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
-
Upaya Pemprov DKI Bangun Kota Inklusif Melalui Semangat Paskah di Kota Tua
-
Strategi Pemprov DKI Jakarta Aktivasi Taman Ismail Marzuki sebagai Pusat Ekonomi Kreatif
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.