Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menkeu Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

📅 Rabu, 11 Mar 2026, 15:59 WIB | Oleh:
Menkeu Ungkap Strategi Pemerintah Jaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Doc: Bakom RI
Ket. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

JAKARTA — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa penguatan fondasi ekonomi menjadi kunci utama dalam menjaga pergerakan nilai tukar rupiah tetap stabil. Stabilitas nilai tukar akan lebih mudah dijaga selama kondisi fundamental ekonomi nasional tetap kuat.

“Selama fondasi ekonomi kita bagus, mengendalikan rupiah lebih mudah dibandingkan jika kondisi ekonomi sedang tidak baik,” ujar dia saat ditemui di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (10/3).

Ia menjelaskan bahwa pemerintah bersama otoritas moneter terus menjaga koordinasi guna memastikan stabilitas sistem keuangan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menjaga likuiditas di sistem keuangan tetap memadai serta melakukan pemantauan ketat terhadap pergerakan nilai tukar.

Menurutn dia, kerja sama yang solid antara pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menjadi faktor penting dalam meredam gejolak pasar global.

“Kalau kita memastikan perkembangan ekonomi baik, likuiditas di sistem cukup, dan BI memonitor kondisi nilai tukar, maka kerja sama yang baik antara pemerintah dan BI sangat penting untuk menjaga stabilitas nilai tukar. Jika koordinasi seperti ini terjaga, gejolak pasar global tidak akan terlalu sulit dikendalikan,” kata Purbaya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Purbaya juga menanggapi kekhawatiran mengenai dampak kenaikan harga minyak global terhadap anggaran subsidi energi pemerintah, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri.

Ia menegaskan bahwa kondisi fiskal Indonesia masih cukup kuat untuk menyerap kenaikan harga energi yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Kita masih aman, masih kuat. Kenaikan ini baru terjadi beberapa hari. Subsidi energi dihitung untuk satu tahun penuh, dengan asumsi rata-rata harga sekitar 70. Jadi kenaikan beberapa hari ini belum cukup untuk mengubah anggaran kita. Kita masih bisa menyerapnya,” ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta

Pemulihan sawah pascabencana di Aceh

48 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

58 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.